Harga Emas Antam Turun Rp20 Ribu Awal Agustus
- 01 Agt 2026 11:00 WIB
- Malinau
Poin Utama
- Harga emas Antam terkoreksi Rp20.000 per gram menjadi Rp2.603.000 per gram pada perdagangan Sabtu (1/8/2026) pukul 08.36 WIB.
- Harga buyback emas turun Rp30.000 per gram ke level Rp2.368.000 per gram, menunjukkan penurunan yang lebih signifikan dibanding harga jual.
- Selisih antara harga jual dan harga buyback emas Antam mencapai Rp235.000 per gram pada akhir pekan ini.
RRI.CO.ID, Malinau - Harga emas Antam terkoreksi sebesar Rp20.000 per gram pada perdagangan akhir pekan ini, Sabtu (1/8/2026). Berdasarkan pembaruan harga pukul 08.36 WIB, harga emas berada di level Rp2.603.000 per gram, turun dari posisi perdagangan Jumat sebesar Rp2.623.000 per gram.
Penurunan juga terjadi pada harga buyback yang terkoreksi Rp30.000 menjadi Rp2.368.000 per gram. Selisih antara harga jual emas dan harga buyback Antam kini mencapai Rp235.000 per gram.
Koreksi tersebut terjadi setelah harga emas Antam sebelumnya mencatat penguatan selama dua hari perdagangan. Sejak Kamis, harga emas mengakumulasi kenaikan sebesar Rp22.000 per gram sebelum kembali terkoreksi pada perdagangan Sabtu.
Investor emas di Malinau, Fitri, menilai pergerakan harga dalam beberapa bulan terakhir masih menunjukkan kecenderungan bertahan pada level Rp2,6 jutaan. Menurutnya, fluktuasi harian merupakan hal yang wajar dalam perdagangan emas, sementara pergerakan dalam jangka yang lebih panjang masih perlu menjadi perhatian investor.
"Kalau saya perhatikan selama beberapa bulan terakhir harga emas cenderung bertahan di angka Rp2,6 jutaan. Jelas ada fluktuasi harian, tapi trennya masih di kisaran harga itu," ujar Fitri.
Ia mengatakan, tidak terlalu menjadikan fluktuasi harian sebagai alasan untuk mengubah rencana investasi. Bagi investor, pergerakan harga dalam jangka pendek lebih baik dilihat sebagai bagian dari dinamika pasar, sementara keputusan investasi tetap mempertimbangkan tujuan dan jangka waktu penyimpanan emas.
"Kalau untuk investasi, saya lebih melihat pergerakan jangka panjang. Turun atau naik beberapa puluh ribu dalam sehari menurut saya masih bagian dari fluktuasi, sehingga yang penting tetap melihat tujuan awal kita membeli emas,” katanya.
Fitri juga melihat emas masih memiliki prospek sebagai instrumen untuk menjaga nilai aset dalam jangka panjang. Karena itu, ia berharap harga emas tetap memiliki ruang untuk tumbuh seiring dengan perkembangan kondisi ekonomi dan meningkatnya minat masyarakat terhadap emas sebagai aset investasi.
"Ekspektasi saya ke depan tetap positif, meskipun mungkin pergerakannya tidak selalu naik. Selama emas masih dianggap sebagai aset yang bisa menjaga nilai, saya kira minat terhadap emas akan tetap ada," ujarnya.
Menurutnya, investor pemula juga sebaiknya tidak hanya berorientasi pada keuntungan dari kenaikan harga dalam waktu singkat. Konsistensi dalam menabung emas dan menyesuaikan pembelian dengan kemampuan keuangan dinilai lebih penting untuk membangun investasi jangka panjang.
"Saya sendiri lebih memilih konsisten. Ketika harga turun, tidak langsung panik, dan ketika naik juga tidak terburu-buru menjual. Karena tujuan investasi emas yang saya lihat lebih kepada jangka panjang," kata Fitri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....