Harga Emas Antam Turun Rp12.000, Koreksi Dua Hari Capai Rp21.000 per Gram

  • 29 Jul 2026 10:07 WIB
  •  Malinau
Poin Utama
  • Harga emas batangan Antam terkoreksi turun Rp12.000 per gram pada 29 Juli 2026, melanjutkan pelemahan dari hari sebelumnya yang mencapai Rp9.000.
  • Harga emas turun ke level Rp2.601.000 per gram pada pukul 08.48 WIB, dari sebelumnya Rp2.613.000 per gram.
  • Harga buyback emas juga mengalami penurunan sebesar Rp15.000 menjadi Rp2.346.000 per gram dengan selisih jual-beli mencapai Rp255.000 per gram.

RRI.CO.ID, Malinau - Harga emas batangan Antam kembali terkoreksi sebesar Rp12.000 per gram pada perdagangan Rabu (29/7/2026), melanjutkan pelemahan Rp9.000 yang terjadi sehari sebelumnya. Berdasarkan pembaruan pukul 08.48 WIB, harga emas turun ke level Rp2.601.000 per gram dari sebelumnya Rp2.613.000 per gram.

Sementara itu, harga buyback atau pembelian kembali juga mengalami penurunan sebesar Rp15.000 menjadi Rp2.346.000 per gram. Selisih antara harga jual dan harga buyback kini mencapai Rp255.000 per gram.

Dalam dua hari terakhir, harga emas Antam telah terkoreksi total Rp21.000 per gram. Kendati demikian, kondisi tersebut dinilai belum mengubah prospek emas sebagai instrumen investasi jangka panjang yang relatif mampu menjaga nilai aset di tengah dinamika ekonomi.

Seorang investor emas di Malinau, Fani, mengatakan penurunan harga justru menjadi kesempatan bagi investor untuk melakukan pembelian secara bertahap, terutama bagi mereka yang memiliki tujuan investasi jangka panjang.

“Menurut saya koreksi seperti ini bukan alasan untuk panik, tetapi justru kesempatan menambah kepemilikan emas secara bertahap. Pergerakan harga memang selalu naik turun, investor sebaiknya tidak mengambil keputusan hanya berdasarkan fluktuasi harian," ujarnya.

Menurut Fani, strategi membeli secara berkala atau bertahap dinilai lebih efektif dibandingkan menunggu harga berada di titik terendah yang sulit diprediksi.

"Daripada menunggu harga yang belum tentu turun lagi, lebih baik membeli sesuai kemampuan secara bertahap. Dengan begitu, harga rata-rata pembelian bisa lebih terjaga dan risiko akibat volatilitas jangka pendek dapat dikurangi," katanya.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak menjadikan emas sebagai instrumen untuk mencari keuntungan dalam waktu singkat. Menurutnya, emas lebih tepat dimanfaatkan sebagai aset lindung nilai dan sarana menjaga nilai kekayaan dalam jangka panjang.

"Kalau orientasinya investasi jangka panjang, koreksi seperti sekarang tidak perlu terlalu dikhawatirkan. Justru disiplin menabung emas secara rutin biasanya memberikan hasil yang lebih baik dibanding terus menebak kapan harga akan naik atau turun," ucapnya.

Fani menambahkan, calon investor juga perlu memperhatikan selisih antara harga jual dan harga buyback sebelum melakukan transaksi. Menurutnya, margin tersebut menjadi salah satu faktor yang harus diperhitungkan agar target keuntungan investasi dapat tercapai sesuai rencana.

Ia optimistis prospek investasi emas masih tetap baik seiring tingginya minat masyarakat terhadap aset yang dinilai relatif aman, terutama ketika kondisi ekonomi global masih diwarnai ketidakpastian dan gejolak pasar keuangan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....