Harga Emas Antam Naik Tipis Rp3.000 per Gram, Investor : Fluktuasi Masih Wajar

  • 22 Jul 2026 11:24 WIB
  •  Malinau
Poin Utama
  • Harga emas batangan Antam naik Rp3.000 per gram menjadi Rp2.635.000 per gram pada perdagangan Rabu, 22 Juli 2026.
  • Harga buyback (pembelian kembali) emas Antam mengalami kenaikan yang lebih signifikan sebesar Rp14.000 menjadi Rp2.386.000 per gram.
  • Selisih antara harga jual dan harga buyback emas Antam saat ini mencapai Rp249.000 per gram.

RRI.CO.ID, Malinau - Harga emas batangan Antam mengalami kenaikan tipis sebesar Rp3.000 per gram pada perdagangan Rabu (22/7/2026). Berdasarkan pembaruan harga pukul 08.29 WIB, emas Antam diperdagangkan di level Rp2.635.000 per gram, naik dari posisi sebelumnya sebesar Rp2.632.000 per gram.

Sementara itu, harga buyback atau pembelian kembali emas Antam tercatat naik lebih tinggi, yakni Rp14.000 menjadi Rp2.386.000 per gram. Selisih antara harga jual dan harga buyback saat ini mencapai Rp249.000 per gram.

Kenaikan tersebut terjadi setelah pergerakan harga yang cukup dinamis pada Selasa (21/7/2026). Pada pagi hari, harga emas sempat turun Rp9.000 menjadi Rp2.601.000 per gram dari posisi sebelumnya Rp2.610.000 per gram.

Namun, pada sore harinya harga kembali melonjak Rp31.000 sehingga ditutup di level Rp2.632.000 per gram. Pergerakan serupa juga terjadi pada harga buyback yang sempat turun Rp9.000 pada pagi hari sebelum meningkat Rp40.000 pada sore hari.

Seorang investor emas di Kabupaten Malinau, Dewi, mengatakan pergerakan harga emas yang berubah lebih dari satu kali dalam sehari bukanlah hal yang asing di pasar logam mulia. Menurutnya, perubahan tersebut biasanya dipengaruhi oleh dinamika harga emas global, nilai tukar mata uang, hingga respons pasar terhadap berbagai kondisi ekonomi.

"Pergerakan harga emas dua kali dalam sehari seperti yang terjadi kemarin memang terkadang terjadi. Pasar emas sangat dinamis sehingga penyesuaian harga bisa berlangsung lebih dari sekali dalam sehari. Menurut saya, itu masih merupakan kondisi yang wajar dan tidak perlu disikapi secara berlebihan," ujar Dewi kepada RRI, Rabu (22/7/2026).

Ia menambahkan, investor yang berorientasi jangka panjang umumnya tidak terlalu terpengaruh oleh fluktuasi harga harian. Justru, perubahan harga menjadi bagian dari peluang untuk menentukan waktu yang tepat dalam menambah kepemilikan emas.

"Kalau tujuan investasinya untuk jangka panjang, saya rasa fluktuasi harian seperti ini tidak mengubah prospek emas. Yang terpenting adalah konsisten berinvestasi sesuai kemampuan dan tidak panik ketika harga bergerak naik maupun turun," katanya.

Menurut Dewi, emas hingga kini masih menjadi salah satu instrumen investasi yang menarik karena dinilai mampu menjaga nilai aset dalam jangka panjang. Ia juga melihat minat masyarakat terhadap investasi emas terus meningkat seiring bertambahnya pemahaman mengenai pentingnya diversifikasi aset.

"Prospek emas saya rasa masih sangat baik. Selain relatif aman, emas juga memiliki likuiditas yang tinggi sehingga tetap menjadi pilihan banyak orang untuk menjaga nilai kekayaan, terutama di tengah kondisi ekonomi global yang masih penuh ketidakpastian," ucapnya.

Meski demikian, Dewi mengingatkan masyarakat agar tidak hanya berpatokan pada pergerakan harga harian saat mengambil keputusan investasi. Ia menyarankan calon investor memahami tujuan investasi, kemampuan finansial, serta memantau perkembangan pasar secara berkala agar dapat memperoleh hasil yang optimal dalam jangka panjang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....