Tren Koreksi Berlanjut, Harga Emas Antam Kembali Turun Rp9.000 per Gram
- 21 Jul 2026 21:44 WIB
- Malinau
Poin Utama
- Harga emas batangan Antam turun Rp9.000 per gram menjadi Rp2.601.000 per gram pada perdagangan Selasa (21/7/2026) pukul 08:36 WIB.
- Penurunan ini merupakan koreksi hari kedua berturut-turut setelah emas melemah Rp4.000 per gram pada Senin (20/7/2026).
- Harga buyback atau pembelian kembali oleh Antam juga menurun Rp9.000 menjadi Rp2.332.000 per gram, sejalan dengan penurunan harga jual.
RRI.CO.ID, Malinau - Harga emas batangan Antam kembali mengalami koreksi sebesar Rp9.000 per gram pada perdagangan Selasa (21/7/2026). Berdasarkan pembaruan harga pada pukul 08.36 WIB, harga emas tercatat menjadi Rp2.601.000 per gram dari sebelumnya Rp2.610.000 per gram.
Penurunan tersebut menjadi koreksi hari kedua secara berturut-turut setelah pada Senin (20/7/2026) harga emas juga melemah sebesar Rp4.000 per gram. Seiring penurunan harga jual, nilai buyback atau harga pembelian kembali oleh Antam juga turun Rp9.000 menjadi Rp2.332.000 per gram dari sebelumnya Rp2.341.000 per gram.
Dengan perkembangan tersebut, selisih antara harga jual dan harga buyback kini berada di angka Rp269.000 per gram, yang menjadi salah satu pertimbangan investor, terutama bagi mereka yang berorientasi pada keuntungan jangka pendek.
Seorang investor emas di Malinau, Linda, menilai koreksi harga yang terjadi dalam dua hari terakhir masih berada dalam kondisi yang wajar dan belum mengubah prospek investasi emas dalam jangka panjang.
"Kalau melihat pergerakannya, penurunan ini menurut saya lebih merupakan fluktuasi pasar. Setelah beberapa waktu harga bergerak naik, biasanya memang ada fase koreksi. Saya tidak terlalu khawatir karena emas tetap menjadi aset yang relatif aman," kata Linda.
Menurutnya, keputusan untuk berinvestasi emas sebaiknya tidak didasarkan pada pergerakan harga harian. Ia mengaku tetap mempertahankan kepemilikan emasnya karena tujuan investasi yang berorientasi pada perlindungan nilai aset dalam jangka panjang.
"Saya justru melihat saat harga turun seperti ini bisa menjadi kesempatan untuk menambah kepemilikan secara bertahap. Yang penting disesuaikan dengan kemampuan keuangan dan tidak membeli hanya karena ikut tren," ujarnya.
Linda optimistis prospek emas masih positif, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi global dan dinamika pasar keuangan. Menurutnya, faktor-faktor tersebut berpotensi kembali mendorong permintaan emas sebagai instrumen investasi yang aman.
"Dalam beberapa tahun terakhir, emas terbukti mampu menjaga nilai aset ketika kondisi ekonomi bergejolak. Saya memperkirakan prospeknya masih cukup baik sehingga tetap layak dijadikan bagian dari strategi investasi jangka panjang," ucapnya.
Ia juga mengingatkan calon investor agar memahami selisih antara harga jual dan harga buyback sebelum memutuskan membeli emas. Menurutnya, investasi emas akan memberikan hasil yang lebih optimal apabila disimpan dalam jangka waktu yang cukup panjang sehingga memiliki peluang untuk menutup selisih harga tersebut sekaligus memperoleh keuntungan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....