Harga Emas Antam Turun Rp4.000 Awal Pekan, Investor Nilai Prospek Tetap Cerah

  • 20 Jul 2026 22:30 WIB
  •  Malinau
Poin Utama
  • Harga emas batangan PT Aneka Tambang mengalami koreksi turun sebesar Rp4.000 per gram menjadi Rp2.610.000 per gram pada tanggal 20 Juli 2026.
  • Harga buyback emas (harga jual kembali) turun lebih dalam sebesar Rp8.000 per gram menjadi Rp2.341.000 per gram dari level sebelumnya.
  • Selisih antara harga beli dan harga buyback pada hari tersebut mencapai Rp269.000 per gram, menunjukkan margin yang cukup signifikan.

RRI.CO.ID, Malinau - Harga emas batangan PT Aneka Tambang (Antam) kembali terkoreksi sebesar Rp4.000 per gram pada perdagangan Senin (20/7/2026). Berdasarkan pembaruan pukul 08.28 WIB, harga emas Antam berada di level Rp2.610.000 per gram dari sebelumnya Rp2.614.000 per gram.

Sementara itu, harga buyback atau harga yang diterima pemilik emas saat menjual kembali logam mulianya juga mengalami penurunan yang lebih dalam, yakni Rp8.000 menjadi Rp2.341.000 per gram dari sebelumnya Rp2.349.000 per gram. Selisih antara harga beli dan harga buyback pada hari ini mencapai Rp269.000 per gram.

Koreksi tersebut terjadi setelah harga emas Antam sempat menguat Rp8.000 per gram pada perdagangan Sabtu (18/7/2026). Meski bergerak fluktuatif dari hari ke hari, harga emas masih bertahan di kisaran Rp2,6 juta per gram yang dinilai mencerminkan kekuatan nilai logam mulia sebagai instrumen investasi.

Seorang investor emas di Malinau, Dian, mengatakan pergerakan harga harian merupakan hal yang lumrah di pasar emas. Menurutnya, fluktuasi yang terjadi saat ini tidak mengubah prospek emas sebagai aset lindung nilai dalam jangka panjang.

"Harga memang naik turun setiap hari, tetapi kalau diperhatikan beberapa waktu terakhir tetap bertahan di kisaran Rp2,6 juta per gram. Itu menunjukkan permintaan emas masih cukup kuat dan nilainya tetap terjaga," ujar Dian.

Ia menilai kondisi tersebut menjadi sinyal positif bagi masyarakat yang menjadikan emas sebagai instrumen penyimpanan nilai maupun investasi jangka panjang. Dibandingkan mengejar keuntungan dalam waktu singkat, Dian memilih memanfaatkan setiap koreksi harga untuk menambah kepemilikan emas.

"Saya tidak terlalu khawatir dengan penurunan harian seperti ini. Justru ketika ada koreksi kecil, biasanya menjadi kesempatan untuk membeli karena tujuan investasi emas bukan untuk dijual dalam hitungan hari, melainkan disimpan dalam jangka waktu yang lebih panjang," katanya.

Dian menambahkan, emas masih menjadi salah satu pilihan investasi yang relatif aman di tengah ketidakpastian ekonomi global. Selain mudah dicairkan ketika dibutuhkan, harga emas dalam beberapa tahun terakhir juga menunjukkan tren kenaikan meski diwarnai fluktuasi jangka pendek.

"Selama kondisi ekonomi dunia masih dinamis, saya melihat prospek emas tetap baik. Fluktuasi harian adalah bagian dari mekanisme pasar, tetapi dalam jangka panjang nilainya cenderung meningkat sehingga saya tetap optimistis menjadikan emas sebagai investasi dan tabungan masa depan," ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....