Harga Emas Antam Terkoreksi Rp18 Ribu usai Empat Hari Menguat

  • 26 Agt 2026 09:30 WIB
  •  Malinau
Poin Utama
  • Harga emas Antam terkoreksi Rp18.000 per gram menjadi Rp2.750.000 per gram pada perdagangan Rabu (26/8/2026), setelah mengalami penguatan selama empat hari.
  • Harga buyback atau pembelian kembali emas Antam juga mengalami penurunan yang sama sebesar Rp18.000, mencapai level Rp2.610.000 per gram.

RRI.CO.ID, Malinau - Harga emas Antam terkoreksi Rp18.000 per gram pada perdagangan Rabu (26/8/2026), setelah mencatat penguatan selama empat hari sejak pekan lalu.

‎Berdasarkan pantauan pada pukul 08.35 WIB, harga emas Antam berada di level Rp2.750.000 per gram. Koreksi serupa juga terjadi pada harga buyback atau harga pembelian kembali emas Antam, turun Rp18.000 menjadi Rp2.610.000 per gram.

‎Selisih antara harga jual emas Antam dan harga buyback kini Rp140.000 per gram. Selisih tersebut menjadi salah satu pertimbangan yang perlu diperhatikan masyarakat sebelum membeli maupun menjual emas.

‎Sebelum terkoreksi, harga emas Antam berada dalam tren positif selama empat hari sejak Kamis (20/8/2026). Dalam periode tersebut, harga emas mengalami akumulasi kenaikan hingga Rp123.000 per gram.

‎Investor emas di Malinau, Fitri, menilai koreksi harga setelah penguatan dalam beberapa hari merupakan hal yang perlu disikapi secara tenang, khususnya oleh masyarakat yang menjadikan emas sebagai investasi jangka panjang.

‎Menurut Fitri, perubahan harga harian sebaiknya tidak menjadi satu-satunya dasar dalam mengambil keputusan investasi. Masyarakat perlu terlebih dahulu menentukan tujuan dan jangka waktu investasinya.

‎“Kalau tujuannya untuk jangka panjang, jangan hanya melihat harga hari ini naik atau turun. Yang penting menentukan dulu tujuan investasinya dan menyesuaikan dengan kemampuan keuangan,” ujar Fitri.

‎Ia menyarankan masyarakat yang baru mulai berinvestasi emas untuk tidak terburu-buru membeli dalam jumlah besar ketika harga sedang mengalami kenaikan. Pembelian secara bertahap dapat menjadi pilihan agar keputusan investasi tetap disesuaikan dengan kondisi keuangan masing-masing.

‎Fitri juga mengingatkan agar dana yang digunakan untuk membeli emas bukan merupakan dana untuk kebutuhan pokok maupun kebutuhan yang sudah memiliki alokasi lain.

‎“Investasi sebaiknya menggunakan uang yang memang dialokasikan untuk investasi, bukan uang kebutuhan sehari-hari. Jadi kalau harga mengalami koreksi, kita tidak panik karena memang tidak membutuhkan uang itu dalam waktu dekat,” katanya.

‎Selain itu, masyarakat perlu memperhitungkan harga buyback ketika menentukan target investasi. Sebab, keuntungan tidak cukup dilihat dari kenaikan harga emas, tetapi juga perlu memperhatikan selisih antara harga saat membeli dengan harga ketika emas dijual kembali.

‎Fitri menilai emas lebih tepat dipandang sebagai salah satu pilihan untuk menyimpan nilai aset dalam jangka menengah maupun panjang. Karena itu, investor perlu memiliki tujuan yang jelas, seperti mempersiapkan dana pendidikan, kebutuhan keluarga, atau tujuan keuangan lainnya.

‎“Yang paling penting konsisten dan punya tujuan. Jangan membeli emas hanya karena ikut-ikutan ketika harganya sedang naik,” ujarnya.

‎Koreksi harga pada perdagangan Rabu ini pun dinilai tidak perlu disikapi secara berlebihan oleh investor yang sejak awal memiliki tujuan investasi jangka panjang. Fluktuasi harga tetap menjadi bagian dari pergerakan pasar, sehingga keputusan membeli maupun menjual sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan dan rencana keuangan masing-masing.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....