BBM di Long Sule Langka, Warga Kini Bayar Rp62 Ribu per Liter
- 12 Agt 2026 17:22 WIB
- Malinau
Poin Utama
- Harga bahan bakar minyak di Desa Long Sule, Kecamatan Kayan Hilir meningkat dari Rp58 ribu menjadi Rp62 ribu per liter akibat kelangkaan pasokan.
- Pasokan BBM ke wilayah Desa Long Sule terganggu selama hampir satu bulan karena tidak ada kedatangan pesawat pengangkut bahan bakar.
- Kepala Desa Long Sule, Jarod Irei, mengonfirmasi bahwa keterbatasan pasokan BBM menjadi penyebab utama lonjakan harga di tingkat masyarakat desa.
RRI.CO.ID, Malinau - Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di Desa Long Sule, Kecamatan Kayan Hilir, berdampak pada kenaikan harga di tingkat masyarakat. Harga BBM yang sebelumnya sekitar Rp58 ribu per liter kini naik menjadi Rp62 ribu per liter.
Kepala Desa Long Sule, Jarod Irei, mengatakan kenaikan harga tersebut terjadi di tengah keterbatasan pasokan BBM ke wilayah ini. Selama hampir satu bulan, tidak ada pesawat pengangkut BBM yang masuk ke Long Sule.
“Kurang lebih sebulan tidak ada pesawat yang mengangkut BBM. Sampai sekarang langka BBM dan itu pun ada kenaikan harga juga. Dari Rp58.000 naik jadi Rp62.000 satu liternya,” ujar Jarod pada RRI, Rabu (12/8/2026).
Pasokan BBM ke Long Sule selama ini mengandalkan jalur udara menggunakan pesawat Kodiak, jenis pesawat ringan yang digunakan untuk melayani penerbangan ke wilayah perintis.
| Baca juga: Penanganan Longsor Apau Ping Segera Dilelang |
BBM dibawa melalui jalur darat dari Samarinda menuju Long Bagun, Kabupaten Mahakam Ulu, Kalimantan Timur menuju Desa Mahak Baru, Kecamatan Sungai Boh Kabupaten Malinau, lalu diangkut menggunakan pesawat menuju Long Sule.
Kondisi tersebut membuat pasokan BBM ke Long Sule tidak hanya bergantung pada kelancaran penerbangan angkutan logistik, tapi juga jalur darat lintas provinsi yang saat ini sulit dilewati karena rusak parah. Setelah hampir sebulan tidak ada penerbangan, pasokan baru kembali masuk pada Selasa (11/8/2028).
Jarod menyebut dalam satu kali pengangkutan, jatah BBM yang dapat diperoleh masyarakat dibatasi sebanyak lima liter untuk setiap kepala keluarga, tanpa ada kepastian kapan pasokan BBM masuk dalam penerbangan berikutnya.
“Kuotanya itu lima liter per KK. Itu satu trip masuk, satu kali pesawat masuk, itu pun mengantre kami, kemaren kami mengantre seharian untuk mendapatkan BBM,” katanya.
Menurut Jarod, waktu kedatangan pasokan selama ini tidak menentu dan cukup sering terjadi keterlambatan seperti ini. Di sisi lain, kenaikan harga BBM dikhawatirkan turut berdampak terhadap harga kebutuhan pokok.
Meski saat ini belum terjadi kenaikan signifikan, Jarod memperkirakan harga barang kebutuhan masyarakat dapat ikut terdorong apabila harga BBM terus meningkat. “Biasanya akan naik nanti bahan pokok lainnya. Tapi sekarang belum naik, karena baru kemarin masuk minyaknya,” ujarnya.
Jarod menjelaskan, persoalan BBM menjadi sangat penting bagi masyarakat Long Sule karena mayoritas warga bekerja sebagai petani. BBM dibutuhkan untuk menunjang berbagai aktivitas, mulai dari berladang hingga pekerjaan sehari-hari.
Ia berharap pemerintah dapat memperbaiki akses darat sekaligus meningkatkan kapasitas penerbangan pengangkut logistik dari Mahak Baru menuju Long Sule. Menurutnya, penambahan penerbangan diperlukan agar pasokan BBM dan kebutuhan pokok masyarakat tidak kembali mengalami kekosongan dalam waktu panjang.
“Harapannya semoga pemerintah bisa memperbaiki akses jalan darat dan dari pesawat juga bisa ditambah kuotanya dari Mahak Baru ke Long Sule, terutama penerbangan Kodiak ini,” pungkas Jarod.
Saat dikonfirmasi terpisah, Kepala Bagian Ekonomi dan Sumber Daya Alam Sekretariat Daerah Kabupaten Malinau, Erly Sumiati membenarkan adanya kendala distribusi BBM di sejumlah wilayah pedalaman Kabupaten Malinau, khusus Apau Kayan.
Hal ini terjadi karena kendala akses jalur distribusi akibat kerusakan jalan di wilayah Long Bagun sehingga berdampak pada kelancaran pasokan BBM.
"Di wilayah Apau Kayan memang terkendala. Di daerah Long Bagun itu jalanya rusak, sehingga di situ agak tersendat. Tapi Sungai Boh sudah mulai lancar," jelasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....