Indonesia Bidik Jepang untuk Investasi Sektor Transportasi dan Infrastruktur
- 04 Sep 2026 07:00 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pemerintah menyasar investor asal Jepang untuk berinvestasi di berbagai proyek transportasi dan infrastruktur di Indonesia
- Indonesia tawarkan 32 proyek strategis di bidang transportasi dan Infrastruktur
- Indonesia menarik sebagai tempat berinvestasi karena fundamental ekonominya tetap kuat di tengah ketidakpastian global
RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah menyasar investor asal Jepang untuk berinvestasi di berbagai proyek transportasi dan infrastruktur di Indonesia. Untuk itu, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian bersama KBRI Tokyo menyelenggarakan "Indonesia-Japan Infrastructure and Transportation Business Forum and Business Matching".
Kegiatan yang berlangsung pada tanggal 27-28 Agustus 2026 di KBRI Tokyo, Jepang dihadiri lebih dari 50 orang perwakilan. Mereka dari sekitar 36 perusahaan Jepang, calon investor, dan lembaga keuangan.
Berbagai institusi Jepang juga ambil bagian dalam acara tersebut. Seperti Sumitomo Corporation, Toyota Tsusho, Mizuho Bank, Tokyu JR East, juga mengirim perwakilannya.
"Tingginya partisipasi tersebut menunjukkan adanya minat yang kuat terhadap peluang investasi di Indonesia. Harapannya dapat berlanjut dengan proses business matching serta pengembangan investasi yang lebih konkret antara Indonesia dan Jepang," kata Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN Kemenko Perekonomian, Ferry Irawan, Rabu, 3 September 2026.
Indonesia membawa 32 proyek investasi strategis dari 9 BUMN/BUMD dari berbagai sektor. Di antaranya proyek jalan dan jalan tol, pengembangan kawasan hunian, properti komersial, perkeretaapian dan Transit-Oriented Development (TOD).
Proyek lainnya, seperti pelabuhan dan logistik, serta fasilitas fabrikasi baja juga ikut ditawarkan. "Seluruh proyek tersebut telah dikurasi dan dipersiapkan sebagai peluang investasi yang menarik," ucap Ferry.
Selain itu, proyek-proyek tersebut dibangun untuk mendukung percepatan pembangunan infrastruktur nasional. "Jepang merupakan salah satu mitra yang paling konsisten dan terpercaya dalam mendukung pembangunan Indonesia," kata Kuasa Usaha Ad Interim (KUAI) KBRI Tokyo DCM Maria Renata Hutagalung.
Dukungan Jepang selama ini, lanjut Maria, tercermin di berbagai proyek strategis di Indonesia, diantaranya proyek MRT Jakarta dan Pelabuhan Patimban. Investasi Jepang didorong untuk juga memperkuat kapasitas serta transfer pengetahuan dan teknologi.
Indonesia menarik sebagai tempat berinvestasi karena fundamental ekonominya tetap kuat di tengah ketidakpastian global. Pada semester I 2026, ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 5,61 persen dan inflasi terkendali 3,34 persen secara tahunan.
Realisasi investasi telah melampaui Rp1.010 triliun pada semester I 2026. Kepercayaan investor tercermin dari dipertahankannya peringkat utang Indonesia pada level BBB dengan stable outlook oleh S&P Global Ratings.
Hasil Survei JETRO tahun 2025 bahkan menunjukkan 69,1 persen perusahaan Jepang di Indonesia memperkirakan akan membukukan laba operasi. "Pemerintah terus mendorong investasi produktif untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi 8 persen dan penciptaan lapangan kerja," kata Ferry Irawan.
Dalam konteks tersebut, penguatan kemitraan dengan Jepang dinilai memiliki peran strategis. Utamanya untuk percepatan pembangunan infrastruktur di Indonesia.
Dari Indonesia, yang ikut serta dalam forum bisnis tersebut antara lain BUMN/BUMD pemilik proyek. Diantaranya PT KAI, PT Pelindo, PT Hutama Karya, PT Jasa Marga, PT Wijaya Karya, PT Waskita Toll Road, dan PT MRT Jakarta.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....