Dukung Transformasi Manufaktur, Kemenperin Pacu Vokasi Siap Kerja
- 10 Jun 2026 12:19 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kemenperin memperkuat pembangunan SDM industri untuk mendukung transformasi manufaktur nasional.
- Pendidikan vokasi industri Kemenperin menerapkan konsep link and match dengan kebutuhan industri.
- Lembaga vokasi Kemenperin disiapkan dengan spesialisasi dan kompetensi sesuai kebutuhan sektor industri.
RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Perindustrian terus memperkuat pembangunan sumber daya manusia industri sebagai strategi mendukung transformasi manufaktur nasional. Upaya tersebut dilakukan melalui pendidikan vokasi industri yang menerapkan konsep link and match dengan kebutuhan industri.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan lembaga pendidikan vokasi Kemenperin disiapkan sesuai kebutuhan industri. Menurutnya, langkah tersebut menghasilkan lulusan berpengetahuan, terampil, berkarakter industri kuat, dan mampu bersaing secara global.
“Seluruh lembaga pendidikan vokasi industri Kemenperin disiapkan dengan spesialisasi dan kompetensi yang spesifik. Langkah tersebut menghasilkan lulusan berpengetahuan, terampil, dan berkarakter industri kuat sehingga mampu bersaing secara global,” ujar Agus di Jakarta, Rabu, 10 Juni 2026.
Sepanjang 2025, Kementerian Perindustrian menghasilkan 5.472 lulusan dari unit pendidikan vokasi industri. Unit tersebut terdiri atas 11 politeknik, dua akademi komunitas, dan sembilan SMK yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Para lulusan tersebut memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri manufaktur. Mayoritas lulusan juga terserap dunia kerja dalam waktu maksimal enam bulan setelah kelulusan.
Kepala BPSDMI Doddy Rahadi mengatakan keberhasilan penyerapan lulusan membuktikan efektivitas pendidikan vokasi industri Kemenperin. Menurutnya, sistem link and match membuat lulusan memiliki keterampilan yang sesuai kebutuhan industri saat ini.
“Pendidikan vokasi industri Kemenperin menerapkan sistem link and match sesuai kebutuhan industri sehingga menghasilkan lulusan siap kerja. Hal tersebut dibuktikan dengan banyaknya perusahaan industri yang menyerap lulusan dari unit pendidikan vokasi Kemenperin,” ujar Doddy.
Doddy menambahkan pendidikan vokasi industri tidak hanya menekankan penguasaan teori. Program pembelajaran juga memberikan pengalaman praktik langsung di lingkungan industri melalui pembelajaran berbasis kompetensi.
Keberhasilan lulusan pendidikan vokasi Kemenperin terlihat dari kiprah mereka di perusahaan nasional maupun internasional. Salah satunya Jeihza Malik, lulusan Polifurneka Kendal yang kini bekerja di Mono Group Hungaria bagian Sanding Department.
“Mendapatkan pekerjaan sebelum wisuda di kawasan industri Eropa merupakan pengalaman yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya. Keberhasilan tersebut didukung pembelajaran teori, praktik, disiplin, serta interaksi dengan praktisi industri selama menempuh pendidikan,” ujar Jeihza.
Kisah lainnya datang dari Pipit Fitriyani, lulusan Politeknik STTT Bandung yang kini menjabat General Manager. Ia menilai pendidikan vokasi industri memberikan bekal aplikatif dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja saat ini.
“Saya menyadari setelah bekerja bahwa ilmu yang diperoleh sangat aplikatif dan relevan dengan kebutuhan industri. Di sekolah vokasi, kami tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga praktik langsung sehingga siap bekerja,” ujar Pipit.
Selain bekerja di industri, lulusan pendidikan vokasi Kemenperin juga memiliki peluang melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi. Salah satunya Muhammad Daffa Kayana, lulusan SMK-SMAK Padang tahun 2025 yang diterima di Nanjing Tech University, Tiongkok.
“Selama menempuh pendidikan di SMK-SMAK Padang, saya mendapatkan banyak pengalaman dan pembelajaran yang bermanfaat. Pembelajaran tersebut mencakup aspek teori serta praktik laboratorium yang mendukung kompetensi kerja,” ujar Daffa.
Untuk menjaga penyediaan SDM industri kompetitif, Kemenperin terus membuka akses pendidikan melalui program JARVIS. Pada JARVIS 2025, sebanyak 82,8 ribu pendaftar mengikuti seleksi politeknik dan akademi komunitas Kemenperin.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....