Dukung Target Emisi Nol Bersih, Kemenperin Perkuat Dekarbonisasi Manufaktur
- 09 Jun 2026 11:33 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kementerian Perindustrian memperkuat dekarbonisasi sektor manufaktur untuk mendukung target emisi nol bersih atau "net zero emission" (NZE) Indonesia.
RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Perindustrian terus memperkuat langkah dekarbonisasi sektor manufaktur sebagai bagian transformasi menuju industri hijau. Ini dilakukan melalui penguatan pengukuran, pelaporan, dan verifikasi emisi gas rumah kaca (GRK) yang kredibel serta terstandar.
Menteri Perindustrian (Menperin), Agus Gumiwang Kartasasmita, mengatakan ini menjadi bagian dari dukungan terhadap target emisi nol bersih (NZE) Indonesia. Selain itu, lanjut dia, penguatan tata kelola emisi sangat penting untuk meningkatkan daya saing industri nasional di pasar global.
"Verifikasi emisi GRK penting dalam membangun industri nasional berdaya saing global, berkelanjutan, serta adaptif terhadap tuntutan pasar internasional," ujarnya, Senin 8 Juni 2026. "Hal ini sejalan dengan komitmen Indonesia mencapai target NZE dan penguatan daya saing industri nasional di pasar global."
Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI), Emmy Suryandari, mengatakan penguatan layanan validasi dan verifikasi GRK menjadi salah satu strategi percepatan industri hijau. Menurut dia, pihaknya juga terus mengembangkan infrastruktur standardisasi dan jasa industri yang kompeten serta terakreditasi.
Emmy menambahkan keberadaan lembaga validasi dan verifikasi yang kredibel diperlukan untuk mendukung agenda dekarbonisasi industri. Langkah tersebut juga membantu pelaku usaha memenuhi berbagai tuntutan regulasi global.
"BSKJI terus memperkuat infrastruktur standardisasi dan jasa industri," ujarnya. "Karena itu, kehadiran lembaga yang kredibel sangat penting untuk mendukung industri dalam menjalankan agenda dekarbonisasi."
Lembaga Validasi dan Verifikasi (LVV) BBSPJIA telah mempersiapkan sistem manajemen sejak 2024 sesuai persyaratan SNI ISO/IEC 17029:2019. Upaya tersebut menghasilkan akreditasi dari Komite Akreditasi Nasional (KAN) melalui Sertifikat Akreditasi Nomor LVV-025-IDN.
Terkait hal tersebut, Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Agro (BBSPJIA) menyerahkan sertifikat pernyataan verifikasi emisi GRK kepada PT Lami Packaging Indonesia. Perusahaan tersebut bergerak di bidang manufaktur kemasan aseptik berbasis kertas untuk industri makanan dan minuman.
Kepala BBSPJIA Yuni Herlina Harahap mengatakan verifikasi tersebut menjadi tonggak penting penguatan layanan LVV BBSPJIA. Serta untuk menunjukkan meningkatnya kesadaran industri terhadap pengelolaan emisi karbon.
"Perusahaan menunjukkan komitmen nyata dalam penerapan prinsip keberlanjutan melalui inventarisasi dan verifikasi emisi GRK," ujarnya. Menurut Yuni, proses verifikasi dilakukan melalui asesmen dokumen, evaluasi metodologi dan perhitungan emisi, serta verifikasi lapangan.
Hal tersebut mengacu pada standar SNI ISO 14064-1:2018 dan SNI ISO 14064-3:2019 sesuai ketentuan akreditasi KAN. Salah satu ruang lingkup layanan LVV BBSPJIA mencakup sektor general manufacturing, termasuk industri kemasan makanan dan minuman.
Penyerahan sertifikat verifikasi emisi GRK menjadi bentuk sinergi pemerintah dan pelaku industri dalam mendukung program dekarbonisasi nasional. Kemenperin berharap penguatan layanan validasi dan verifikasi emisi dapat memperluas penerapan industri hijau di sektor manufaktur nasional.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....