Biochar Jadi Solusi Tanah Sehat, Syngenta dan TerraBaru Perkuat Ketahanan Pangan

  • 07 Jun 2026 01:11 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Malang - Syngenta Indonesia dan TerraBaru resmi menjalin kemitraan strategis untuk mendorong pemanfaatan biochar sebagai solusi pertanian regeneratif guna memperkuat ketahanan pangan nasional. Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dalam Festival Pertanian Regeneratif: Inovasi Biochar di Malang, Jumat, 6 Juni 2026.

Kemitraan ini hadir sebagai respons terhadap tantangan menurunnya kualitas tanah di berbagai wilayah Indonesia. Berdasarkan studi Balai Penelitian Tanah Kementerian Pertanian pada 2019, sekitar dua pertiga wilayah Indonesia memiliki kandungan karbon tanah yang rendah sehingga berpotensi menurunkan produktivitas pertanian.

Melalui kerja sama tersebut, kedua perusahaan akan mengembangkan pemanfaatan biochar sebagai bahan berbasis karbon yang mampu memperbaiki kesehatan tanah secara bertahap dan berkelanjutan. Biochar dinilai dapat meningkatkan kemampuan tanah dalam menyimpan air dan nutrisi sekaligus mendukung praktik pertanian yang lebih ramah lingkungan.

Presiden Direktur Syngenta Indonesia, Eryanto, mengatakan kesehatan tanah merupakan fondasi utama dalam menjaga produktivitas pertanian jangka panjang. Karena itu, perusahaan berkomitmen menghadirkan berbagai inovasi yang mendukung keberlanjutan sektor pangan nasional.

“Syngenta Indonesia berkomitmen untuk terus mendukung petani menghadapi tantangan produksi pangan berkelanjutan. Bersama TerraBaru, kami menghadirkan solusi yang berfokus pada peningkatan kesehatan tanah sebagai fondasi penting bagi produktivitas jangka panjang,” ujarnya.

Sebagai produsen benih jagung, Syngenta Indonesia memiliki potensi memanfaatkan residu biomassa berupa tongkol jagung yang selama ini belum dimaksimalkan. Melalui kemitraan tersebut, tongkol jagung akan diolah menjadi biochar siap pakai yang dapat digunakan petani untuk meningkatkan kualitas lahan pertanian.

Langkah tersebut juga mendukung konsep ekonomi sirkular karena mengubah limbah biomassa menjadi produk bernilai tambah. Selain mengurangi limbah pertanian, pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan usaha tani.

CEO TerraBaru, Bruno Wauters, mengatakan proyek percontohan biochar dirancang untuk memberikan manfaat langsung kepada petani. Menurutnya, sinergi teknologi dan ekosistem pertanian yang dimiliki kedua pihak akan memperkuat ketahanan pangan sekaligus menjaga kesehatan tanah dalam jangka panjang.

“Pemanfaatan limbah jagung lokal menjadi biochar dapat meningkatkan produktivitas lahan. Selain itu, sekaligus mendukung keberlanjutan sektor pertanian Indonesia,” katanya.

Selain mendukung produktivitas pertanian, penggunaan biochar juga sejalan dengan upaya pengurangan emisi dan peningkatan keanekaragaman hayati. Inovasi tersebut menjadi bagian dari komitmen keberlanjutan Syngenta melalui program "Hasil Panen Lebih Tinggi, Dampak Lebih Rendah" atau Higher Yields, Lower Impact.

Momentum kemitraan ini bertepatan dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia dan Hari Keamanan Pangan Sedunia. Kehadiran biochar diharapkan tidak hanya menjadi solusi bagi perbaikan kualitas tanah, tetapi juga mendukung penyediaan pangan yang aman, berkualitas, dan berkelanjutan bagi masyarakat.

Melalui kolaborasi ini, Syngenta Indonesia dan TerraBaru optimistis dapat mempercepat adopsi pertanian regeneratif di Indonesia. Dengan tanah yang lebih sehat dan produktif, sektor pertanian diharapkan mampu menjawab tantangan ketahanan pangan sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan pada masa mendatang.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....