Inflasi Meningkat pada Mei 2026, Secara Bulanan Dipicu Komoditas Cabe Merah
- 02 Jun 2026 12:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Laporan Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan inflasi meningkat cukup signifikan pada bulan Mei 2026. Secara bulanan, inflasi bulan Mei sebesar 0,28 persen, naik dari 0,13 persen pada April 2026
- Secara tahunan inflasi bulan Mei tercatat 3,08 persen, meningkat dari 2,42 persen di bulan sebelumnya. Sedangkan inflasi tahun kalender tercatat sebesar 1,35 persen
- Inflasi bulan Mei disebabkan oleh kenaikan harga Kelompok Makanan, Minuman dan Tembakau dengan andil inflasi 0,12 persen
- Komoditas makanan minuman yang memberikan kontribusi pada inflasi adalah cabe merah dengan andil inflasi terbesar 0,08 persen
RRI.CO.ID, Jakarta - Laporan Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan inflasi meningkat cukup signifikan pada bulan Mei 2026. Secara bulanan, inflasi bulan Mei sebesar 0,28 persen, naik dari 0,13 persen pada April 2026.
Secara tahunan inflasi bulan Mei tercatat 3,08 persen, meningkat dari 2,42 persen di bulan sebelumnya. Sedangkan, inflasi tahun kalender tercatat sebesar 1,35 persen.
Inflasi bulan Mei disebabkan oleh kenaikan harga Kelompok Makanan, Minuman dan Tembakau dengan andil inflasi 0,12 persen. Kemudian, Kelompok Transportasi dengan andil inflasi 0,07 persen dan Kelompok Informasi, Komunikasi dan Jasa Keuangan dengan andil inflasi 0,03 persen," kata Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik BPS, Pudji Ismartini, Selasa, 2 Juni 2026.
Komoditas makanan minuman yang memberikan kontribusi pada inflasi adalah cabe merah dengan andil inflasi terbesar 0,08 persen. Kemudian minyak goreng ,bawang merah, tomat, dan beras juga mendorong inflasi di bulan Mei.
Sementara itu komoditas yang mengalami deflasi adalah telur ayam ras dan emas perhiasan. "Komoditas lainnya yang memberikan andil inflasi adalah bahan bakar rumah tangga, bensin dan tarif angkutan udara," ucap Pudji.
Berdasarkan komponennya, komponen inti mengalami inflasi sebesar 0,22 persen, dengan andil inflasi 0,14 persen. Komoditas penyumbang inflasi terbesar adalah minyak goreng, telepon seluler, laptop/notebook, nasi dan lauk.
Sementara itu, komponen harga diatur pemerintah mengalami inflasi 0,52 persen dengan andil inflasi 0,10 persen. Komponen harga bergejolak (volatile food) inflasi sebesar 0,22 persen dengan andil inflasi 0,04 persen.
Pada Mei 2026, sebanyak 31 provinsi mengalami inflasi dan 7 provinsi mengalami deflasi. "Inflasi tertinggi terjadi di Maluku sebesar 0,93 persen, sedangkan deflasi terdalam terjadi di Gorontalo sebesar -0,96 persen," kata Pidi, menutup keterangannya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....