Prakiraan Rupiah dan Harga Emas Pekan Depan di Bawah Tekanan Global

  • 31 Mei 2026 13:50 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Konflik yang dikobarkan AS di Timur Tengah masih akan mempengaruhi pergerakan nilai tukar rupiah. Termasuk harga minyak dunia dan harga emas
  • Para investor menunggu apakah Trump akan menyetujui kesepakatan damai tanpa klausul pengayaan uranium Iran
  • Pelaku Pasar memprediksi konflik geopolitik baik di Timur Tengah maupun di Eropa antara Rusia-Ukraina masih akan panjang. Kemungkinan bisa berlanjut hingga tahun 2027 mendatang

RRI.CO.ID, Jakarta - Analis Pasar Uang Ibrahim Assuaibi menilai, konflik di Timur Tengah masih akan mempengaruhi pergerakan nilai tukar rupiah. Selain rupiah, konflik tersebut juga akan berdampak pada harga minyak dan emas dunia.

Menurutnya, para investor menunggu apakah Presiden AS Donald Trump akan menyetujui kesepakatan damai tanpa klausul pengayaan uranium Iran. "Presiden Trump kemungkinan akan mengumumkan kesepakatan perdamaian AS dengan Iran," kata Analis Pasar Uang Ibrahim Assuaibi dalam analisisnya, Minggu, 31 Mei 2026.

Serangan AS ke Iran selatan mendapat balasan pahit dari Iran, dengan ditembak jatuhnya dua pesawat canggih milik militer AS. Peristiwa ini memicu ketegangan baru antara AS-Iran, sementara ketegangan di Selat Hormuz juga berlanjut.

"Badan Operasi Perdagangan Maritim Inggris menyebut AS masih memblokade akses ke pelabuhan-pelabuhan Iran. Kapal-kapal yang sudah mendapat izin keluar Selat Hormuz oleh Iran diminta masuk kembali ke Selat Hormuz," ujar Ibrahim.

Situasi tersebut membuat jalur distribusi tersendat dan kembali mendorong kenaikan harga minyak yang akan berdampak pada inflasi. AS sendiri sebenarnya sudah mengalami krisis harga bensin yang membuat inflasi di negara itu merangkak naik.

Ia mengatakan, pelaku pasar memprakirakan the Fed masih akan mempertahankan suku bunga tinggi jika inflasi makin tinggi. Bahkan ada kemungkinan bank sentral AS itu menaikkan suku bunga yang membuat dolar AS makin menguat.

Di sisi lain, saat aset dolar AS sedang menguat, harga emas mengalami penurunan. Momen ini dimanfaatkan oleh bank-bank sentral dunia untuk membeli logam mulia untuk memperkuat cadangan emasnya.

"Mereka memprediksi konflik geopolitik baik di Timur Tengah maupun di Eropa antara Rusia-Ukraina masih akan panjang. Kemungkinan bisa berlanjut hingga tahun 2027 mendatang," ucap Ibrahim.

Kondisi ini yang akan membuat harga emas dan harga minyak dunia, serta nilai tukar rupiah akan terus berfluktuatif. Harga emas dunia akhir pekan ini ditutup naik menjadi USD4.539 per troi ons, harga logam mulia Rp2.799.000 per gram.

Pekan depan, kata Ibrahim, jika harga emas dunia terkoreksi, akan berada di level USD4.434-USD4.301 per troi ons. Sedangkan harga logam mulia diprakirakan akan berada di level Rp2.779.000-Rp2.679.000 per gram

Kalau harga emas dunia naik, kenaikannya di rentang harga USD4.642-USD4.768 per troi ons. Sehingga harga logam mulia di kisaran Rp2.819.000-Rp2.919.000 per gram.

"Sementara itu, indeks dolar AS pada pekan depan kemungkinan bergerak di rentang 98,100 hingga 101. Sehingga rupiah diprakirakan akan bergerak menuju Rp18.150 per dolar AS di minggu pertama bulan Juni," ujar Ibrahim

Sedangkan harga minyak WTI yang menjadi acuan, diprakirakan juga akan bergerak naik. Harganya akan berada di rentang USD84,6-USD99,4 per barel.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....