Industri Gim Indonesia Dinilai Berpotensi Dukung Pertumbuhan Ekonomi
- 29 Mei 2026 23:40 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pemerintah sudah menerbitkan Perpres No.19 Tahun 2024 tentang Percepatan Industri Gim. “Perpres ini mengatur program pengembangan SDM serta penguatan regulasi kompetensi dan klasifikasi gim
- Tantangan utama industri gim adalah terbatasnya pendanaan untuk membiayai biaya produksi yang tinggi. Persoalan lainnya adalah rendahnya monetisasi, terbatasnya ketersediaan SDM spesialisasi bidang gim, dan maraknya pembajakan
- Indusri gim membutuhkan insentif fiskal maupun kebijakan pendanaan khusus yang secara langsung ditujukan untuk mendukung penguatan industri gim nasional
RRI.CO.ID, Jakarta – Industri gim di Indonesia berpotensi besar untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Namun, sektor industri belum sepenuhnya mendapat perhatian dari pemerintah.
Padahal pemerintah sudah menerbitkan Perpres No.19 Tahun 2024 tentang Percepatan Industri Gim. “Perpres ini mengatur program pengembangan SDM serta penguatan regulasi kompetensi dan klasifikasi gim,” kata Ekonom dari lembaga kajian ekonomi dan keuangan INDEF, Andri Satrio Nugroho dalam pernyataan tertulisnya, Jumat, 29 Mei 2026.
Namun, hingga saat ini, indusri gim belum mendapat insentif fiskal maupun kebijakan pendanaan khusus. Utamanya yang secara langsung ditujukan untuk mendukung penguatan industri gim nasional.
Tantangan utama industri gim, menurut Andri, masih seputar terbatasnya pendanaan untuk membiayai biaya produksi yang tinggi. Persoalan lainnya adalah rendahnya monetisasi, terbatasnya ketersediaan SDM spesialisasi bidang gim, dan maraknya pembajakan.
“Pengembangan industri gim berpotensi meningkatkan PDB Indonesia sebesar Rp35,07–71,04 triliun. Selain itu, dapat menciptakan 29,4–69,1 ribu tenaga kerja langsung dan 1,03 juta tenaga kerja tidak langsung,” ujar Andri.
Selain menciptakan nilai ekonomi langsung, industri gim juga mendorong pertumbuhan ekosistem digital lainnya. Seperti e-sport, content creator, platform streaming, dan industri hiburan.
Secara global, industri e-sport diproyeksikan tumbuh dari US$3,2 miliar pada 2025 menjadi US$25 miliar pada 2035. Pada tahun 2025, pasar gim Indonesia nilainya mencapai Rp33,6 triliun dengan 154 juta pemain.
Sehingga Indonesia menjadi pasar terbesar industri gim di Asia Tenggara. Sedangkan di dunia, Indonesia menempati peringkat ke-15.
“Meski memiliki pangsa pasar besar, pengembang gim lokal di pasar domestik masih minim. Selain itu, sebagai besar manfaat ekonominya masih mngalir ke luar negeri,” ujar Andri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....