Menperin Tegaskan Jaminan Mutu Produk Perkuat Daya Saing Industri
- 21 Mei 2026 13:50 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan standardisasi dan jaminan mutu penting memperkuat daya saing industri nasional.
- BSPJI Pontianak memberikan pelatihan sistem keamanan pangan HACCP bagi pengelola SPPG di Kalimantan Barat.
- Kemenperin mendorong penguatan keamanan pangan untuk menjaga kualitas layanan pemenuhan gizi masyarakat.
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan penerapan standardisasi dan jaminan mutu produk menjadi faktor penting meningkatkan kepercayaan pasar. Menurutnya, langkah tersebut juga dapat memperkuat daya saing industri nasional.
Menurutnya, Kementerian Perindustrian melalui Balai Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri (BSPJI) Pontianak terus memperkuat penerapan sistem keamanan pangan. Upaya tersebut dilakukan untuk mendukung penyediaan pangan yang aman, higienis, dan berkualitas bagi masyarakat.
“Penerapan standardisasi dan jaminan mutu produk merupakan faktor penting dalam meningkatkan kepercayaan pasar. Serta memperkuat daya saing industri nasional,” kata Agus di Jakarta, Kamis, 21 Mei 2026.
BSPJI Pontianak menyelenggarakan bimbingan teknis bagi pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Kegiatan tersebut dilaksanakan pada 6-7 Mei 2026 di Pontianak.
Peserta kegiatan berasal dari SPPG Kabupaten Landak dan Kota Pontianak. Mereka mendapatkan pemahaman mengenai penerapan sistem keamanan pangan berbasis Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP).
Materi pelatihan meliputi identifikasi potensi bahaya pangan dan pengendalian titik kritis dalam proses penyediaan makanan. Peserta juga mempelajari pentingnya penerapan prosedur keamanan pangan secara konsisten.
Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Emmy Suryandari menyampaikan pandangannya secara terpisah. Ia mengatakan penguatan standardisasi dan sistem jaminan mutu menjadi aspek penting dalam menjaga kualitas produk dan perlindungan konsumen.
“Penerapan standardisasi dan sistem jaminan mutu perlu terus diperkuat. Agar produk yang dihasilkan memenuhi aspek keamanan, kualitas, dan mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat,” kata Emmy.
Emmy mengatakan, penerapan standardisasi dan sistem jaminan mutu perlu terus diperkuat agar produk memenuhi aspek keamanan dan kualitas. Langkah tersebut juga diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan pangan.
Kepala BSPJI Pontianak Ahmad Nashoruddin Muammar mengatakan pemahaman mengenai sistem HACCP penting bagi pengelola SPPG. Menurutnya, penerapan keamanan pangan yang konsisten dapat mendukung kualitas layanan pemenuhan gizi masyarakat.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap pengelola SPPG dapat memahami pentingnya penerapan sistem keamanan pangan secara menyeluruh. Sehingga kualitas layanan pemenuhan gizi yang diberikan kepada masyarakat dapat terus terjaga,” ujar Ahmad.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....