Menperin: Produk Kriya IKM Binaan Kemenperin Berhasil Dapat Perhatian Global

  • 21 Mei 2026 12:00 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Produk kriya IKM binaan Kemenperin berhasil menarik perhatian buyer internasional dalam ajang Home InStyle 2026.
  • Kemenperin terus memperluas akses pasar global melalui fasilitasi pameran internasional bagi pelaku IKM.
  • Buyer dari berbagai negara menjajaki kerja sama produk anyaman dan kriya Indonesia bernilai ratusan juta rupiah.

RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan produk kriya IKM binaan Kemenperin mendapat perhatian pasar internasional. Pemerintah juga terus memperluas akses pasar global bagi pelaku usaha sektor kerajinan nasional.

Upaya tersebut dilakukan melalui fasilitasi partisipasi IKM pada pameran internasional di luar negeri. Keikutsertaan pelaku usaha Indonesia dalam pameran tersebut membuka peluang kerja sama bisnis dengan buyer dan investor internasional.

“Ini merupakan suatu kebanggaan setiap kali Kemenperin memfasilitasi IKM dalam pameran internasional bergengsi. Produk kerajinan IKM Indonesia memang layak bersaing di pasar yang lebih luas,” kata Agus dalam keterangan yang dikutip RRI, Kamis, 21 Mei 2026.

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memfasilitasi tiga IKM alumni program Creative Business Incubator dalam ajang Home InStyle 2026. Ketiga IKM tersebut yaitu Manamu dari Bali, Kampoeng Anyaman dari Jawa Tengah, dan Koto Batu dari Banten.

Partisipasi IKM Indonesia dalam pameran internasional tersebut membuka peluang kerja sama dengan buyer dari Hong Kong, Jepang, Filipina, Tiongkok, Abu Dhabi, hingga Amerika Serikat.

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (Dirjen IKMA) Reni Yanita mengatakan produk anyaman pandan milik Kampoeng Anyaman mendapat perhatian buyer mancanegara. Mayoritas buyer tersebut bergerak di sektor dekorasi rumah tangga dan produk ramah lingkungan.

Kampoeng Anyaman juga menerima permintaan sampel produk dari buyer asal Amerika Serikat dan Abu Dhabi. Potensi nilai kerja sama tersebut diperkirakan mencapai Rp340 juta.

Produk tenun kawat milik Manamu juga diminati buyer dari Filipina, Selandia Baru, dan Hong Kong. Penjajakan kerja sama dilakukan untuk pengembangan pasar dan distribusi produk.

Reni menilai Hong Kong menjadi salah satu hub perdagangan internasional bagi industri gaya hidup dan kreatif. Pameran tersebut dihadiri lebih dari 95 ribu buyer dari 134 negara dan wilayah.

Survei HKTDC menunjukkan prospek pasar produk kerajinan global masih positif. Sebanyak 49 persen responden memperkirakan peningkatan penjualan dalam satu hingga dua tahun mendatang.

Kawasan ASEAN diproyeksikan menjadi wilayah dengan prospek penjualan paling baik dalam dua tahun mendatang. Posisi tersebut diikuti Taiwan, India, Korea Selatan, dan Tiongkok.

Kepala Balai Pemberdayaan Industri Fesyen dan Kriya (BPIFK) Dickie Sulistya Aprilyanto mengatakan peserta pameran juga mengikuti seminar industri dan networking session bersama buyer internasional. Kegiatan tersebut dilakukan untuk memperluas jejaring pemasaran produk Indonesia.

“Mereka berinteraksi langsung dengan buyer potensial. Untuk membuka peluang kerja sama bisnis dan memperluas jejaring pemasaran internasional produk Indonesia,” ujar Dickie.

BPIFK terus mendampingi IKM kriya dan fesyen melalui pengembangan desain, peningkatan kapasitas SDM, serta dukungan promosi internasional. Langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat daya saing produk Indonesia di pasar global.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....