Mendag Budi Santoso Dorong Pelaku UMKM jadi Eksportir di Pasar Global
- 15 Mei 2026 15:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Mendag Budi Santoso mendorong pelaku UMKM menjadi eksportir melalui pendampingan dan business matching.
- Program UMKM BISA Ekspor mempertemukan pelaku usaha dengan buyer melalui jaringan perwakilan dagang RI di 33 negara.
- Kemendag menyediakan layanan Inaexport dan IDDC untuk membantu akses pasar serta pengembangan desain produk UMKM.
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mendorong lebih banyak pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi eksportir. Ia mengatakan, pemerintah juga memperluas akses pasar global bagi produk lokal melalui program pendampingan ekspor dan business matching.
Mendag menyebutkan, forum diskusi dilakukan untuk membantu pelaku UMKM memahami peluang ekspor. Kegiatan tersebut juga menjadi ruang konsultasi bagi pelaku usaha dan eksportir muda.
“Forum-forum diskusi seperti ini dapat membantu teman-teman UMKM untuk semakin memahami bahwa produk-produknya memiliki potensi untuk ekspor. Selama ini, banyak pelaku UMKM yang sebenarnya punya produk bagus tetapi belum tahu caranya ekspor,” kata Budi di Jakarta, Rabu, 13 Mei 2026.
Budi menjelaskan, program UMKM Berani Inovasi, Siap Adaptasi (BISA) Ekspor mempertemukan pelaku usaha dengan calon buyer di negara tujuan ekspor. Program tersebut menjadi bagian fasilitasi ekspor bagi UMKM.
Pemerintah mengoptimalkan peran 46 perwakilan perdagangan (perwadag) Republik Indonesia yang tersebar di 33 negara tujuan ekspor. Seluruh tahapan presentasi kepada perwadag dan buyer dilakukan secara virtual.
“Setelah menentukan pasar yang ingin dituju, teman-teman (UMKM) kami hubungkan dengan perwadag RI di negara tujuan ekspor. Setelah presentasi kepada perwadag RI untuk menggali potensi pasarnya, teman-teman akan dicarikan buyer,” ujar Budi.
Hal yang sama disampaikan Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (Dirjen PEN) Kemendag Fajarini Puntodewi, Ia mengatakan, akses informasi pasar dan pemanfaatan teknologi menjadi faktor penting bagi UMKM.
Pemerintah juga menyediakan platform Inaexport sebagai layanan terpadu bagi pelaku usaha yang ingin menembus pasar global. Platform Inaexport memuat profil perusahaan buyer, katalog produk, dan informasi pasar dari perwakilan perdagangan RI.
“Inaexport sebagai one-stop service memiliki informasi mengenai profil perusahaan buyer maupun eksportir. Bapak dan Ibu bisa terhubung dengan buyer-buyer di seluruh dunia,” kata Puntodewi.
Sementara itu, Pendiri Local Champion Indonesia (LCI) Dhika Yudistira mengatakan, berbagai pihak perlu duduk bersama dalam mendukung UMKM. Menurutnya, penguatan ekosistem, regulasi, dan pelaku usaha perlu berjalan beriringan untuk mendorong produk Indonesia masuk pasar global.
“Dari inisiasi obrolan warung kopi, kami melihat perlunya pemerintah, lembaga, dan pelaku usaha duduk bersama. Saat ini, potensi produk-produk UMKM Indonesia sangat besar,” ujar Dhika.
Disisi lain, pengusaha batik asal Solo bernama Abdullah mengaku antusias mengikuti forum diskusi yang difasilitasi Kementerian Perdagangan. Menurutnya, kegiatan tersebut membantu pelaku usaha memahami tata cara ekspor yang sebelumnya menjadi kendala.
“Saya berharap, usaha kami bisa lebih berkembang ke arah ekspor setelah memahami tata caranya. Potensi pasar produk kami cukup bagus. Kalau untuk produksi, kami mampu,” ujar Abdullah.
Kemendag menyediakan layanan konsultasi desain produk melalui Indonesia Design Development Center (IDDC). Kemendag juga memiliki program Product Placement Pilihan Busan untuk mempromosikan produk UMKM kepada tamu dan delegasi asing.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....