Prakiraan Harga Emas Pekan Ini, Cermati Faktor Pendukung dan Penekan
- 11 Mei 2026 06:32 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Harga emas maupun logam mulia dunia diprakirakan masih akan berfluktuasi selama sepekan ke depan.
- Jika terkoreksi harga emas akan mencapai level terendah senilai USD4.389 per troi ons.
RRI.CO.ID, Jakarta – Harga emas maupun logam mulia dunia diprakirakan masih akan berfluktuasi selama sepekan ke depan. Pergerakannya akan dipengaruhi perkembangan konflik Amerika Serikat (AS)-Iran dan Rusia-Ukraina, serta data ekonomi AS dan sikap The Fed.
Analis pasar uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, mengatakan jika terkoreksi harga emas akan mencapai level terendah USD4.389 per troi ons. “Sedangkan harga tertingginya akan berada di level USD4.851 per troi ons,” ujarnya, Minggu, 10 Mei 2026.
Sedangkan harga terendah logam mulia pada sepekan ke depan diperkirakan mencapai Rp2,75 juta per gram. Sedangkan proyeksi harga tertingginya mencapai sekitar Rp2,9 juta per gram.
Menurut Ibrahim, kondisi yang belum stabil di Selat Hormuz akibat pertikaian AS-Iran membuat harga minyak masih tidak menentu. Kenaikan harga minyak memicu inflasi tinggi sehingga investasi di logam mulia sebagai instrumen lindung nilai sedikit terhenti.
Di sisi lain, ketenagakerjaan di AS pekan kemarin menunjukkan data yang cukup solid. Jika tensi geopolitik di Selat Hormuz mereda, ada kemungkinan The Fed akan kembali menahan suku bunga.
“Kondisi tersebut akan membuat investor kembali masuk ke investasi emas,” ucapnya. Ibrahim juga mencermati melonjaknya pembelian emas oleh bank-bank sentral saat harganya turun pada pekan kemarin.
Yang paling mencolok dilakukan oleh bank sentral Tiongkok dengan tujuan memperkuat cadangan devisanya. “Sepanjang triwulan I 2026, bank sentral Tiongkok telah membeli 7,15 ton emas,” ujar Ibrahim.
Sehingga saat ini Tiongkok masuk dalam lima besar negara dengan cadangan emas terbesar di dunia. Diperkirakan cadangan emas di Negeri Tirai Bambu itu telah mencapai sekitar 2.313,48 ton.
Ibrahim juga memprediksi harga minyak akan kembali naik. Menurut dia, harga acuan minyak WTI kemungkinan akan bergerak pada kisaran USD92-USD113 per barel.
Sedangkan indeks dolar diperkirakan berada di kisaran 97 dan 100. Pergerakan ini tentunya akan berimbas pada posisi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....