Laporan BI, Cadangan Devisa Bulan April 2026 Kembali Menurun
- 08 Mei 2026 13:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Laporan Bank Indonesia (BI) menunjukkan, adangan devisa Indonesia kembali menurun di bulan April 2026 menjadi USD146,2 miliar
- Penurunan cadangan devisa dipengaruhi oleh penerimaan pajak dan jasa, penerbitan global bond pemerintah dan pembayaran utang luar negeri pemerintah serta untuk stabilisasi rupiah
- Posisi cadangan devisa di bulan April masih berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor
RRI. CO.ID, Jakarta - Laporan Bank Indonesia (BI) menunjukkan, adangan devisa Indonesia kembali menurun di bulan April 2026 menjadi USD146,2 miliar. Pada bulan sebelumnya, Maret 2026, cadangan devisa tercatat USD148,2 miliar.
"Penurunan cadangan devisa dipengaruhi oleh penerimaan pajak dan jasa, penerbitan global bond pemerintah dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah juga ikut mempengaruhi posisi cadangan devisa Indonesia," kata Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso dalam rilis data Cadangan Devisa, Jumat, 8 Mei 2026.
Kebijakan stabilisasi, merupakan respons BI terhadap ketidakpastian pasar keuangan global yang meningkat. Ketidakpastian yang dipicu oleh eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah.
Meski menurun, BI menilai posisi cadangan devisa pada akhir April 2026 masih tinggi. Jumlahnya setara dengan pembiayaan 5,8 bulan impor atau 5,6 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.
Posisi cadangan devisa di bulan April juga masih berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor. "Bank Indonesia menilai cadangan devisa mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan," ujar Ramdan Denny.
BI memprakirakan ketahanan sektor eksternal ke depan tetap baik didukung oleh posisi cadangan devisa yang memadai. Persepsi investor terhadap perekonomian Indonesia juga positif dengan imbal hasil invetasi yang tetap menarik.
Kondisi itu diharapkan dapat mendorong aliran masuk modal asing. BI juga terus memperkuat sinergi dengan Pemerintah guna menjaga ketahanan eksternal dan stabilitas perekonomian.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....