Menperin Agus Gumiwang Sebut Kemasan Kunci Daya Saing Produk Lokal

  • 09 Mei 2026 12:38 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Menteri Perindustrian menegaskan bahwa kemasan berkualitas adalah kunci daya saing produk lokal karena berfungsi sebagai pelindung sekaligus representasi identitas merek.
  • Kemenperin melalui Klinik Desain Merek dan Kemasan (KDMK) telah memfasilitasi perbaikan desain bagi ribuan unit usaha untuk menyesuaikan preferensi visual berbagai segmen pasar.
  • Pelaku usaha dapat memanfaatkan platform digital e-Kemasan untuk mengakses layanan desain, bantuan cetak, serta informasi direktori rumah kemasan di seluruh Indonesia.

RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menyebut kualitas kemasan berperan dalam meningkatkan daya saing produk lokal. Desain kemasan berkontribusi dalam memperkuat posisi produk dalam negeri di pasar domestik maupun internasional.

Agus menyatakan kemasan berkualitas merepresentasikan identitas merek dagang. Ia menekankan pentingnya penguatan kapasitas pelaku usaha dalam pengembangan desain kemasan.

Inovasi kemasan menjadi kebutuhan pelaku industri kreatif untuk memperluas jangkauan konsumen. Ia menyebut visual produk berperan sebagai media komunikasi dalam membangun kepercayaan konsumen.

“Kemasan yang berkualitas dan berdaya saing tidak hanya berfungsi melindungi produk, tetapi juga menjadi representasi kualitas dan identitas sebuah brand. Penguatan kapasitas pelaku IKM dalam pengembangan desain merek dan kemasan perlu terus dipacu,” ujar Agus di Jakarta, Sabtu, 9 Mei 2026.

Pemerintah mendorong sinergi lintas sektor dalam pengembangan inovasi kemasan. Kolaborasi antara akademisi dan desainer diperlukan untuk mendukung pengembangan solusi kemasan yang berkelanjutan.

Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) Reni Yanita memaparkan fungsi Klinik Desain Merek dan Kemasan (KDMK). Lembaga tersebut memberikan pendampingan teknis terkait pemilihan material, teknologi kemasan, dan regulasi label bagi pelaku usaha.

“KDMK hadir untuk membantu IKM dalam pemilihan bahan kemasan yang sesuai dengan produk, teknologi kemasan. Serta pengembangan desain kemasan dan label sesuai regulasi, hingga fasilitasi bantuan cetak kemasan,” ujar Reni.

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) telah memberikan fasilitasi perbaikan desain kepada 2.131 unit usaha sejak 2015. Bantuan cetak kemasan juga telah disalurkan kepada 679 pelaku industri kecil hingga April 2026.

Reni menjelaskan desain merek perlu disesuaikan dengan ekspektasi konsumen pada setiap segmen pasar. Ia menyebut setiap segmen memiliki preferensi dan pendekatan visual yang berbeda.

“Masing-masing segmen pasar memiliki preferensi, kebutuhan, dan pendekatan visual yang berbeda. Oleh karena itu, desain merek dan kemasan produk IKM perlu mampu merepresentasikan identitas produk sekaligus menjawab ekspektasi konsumen pada setiap target pasar,” kata Reni.

Pelaku usaha dapat mengakses berbagai fitur pendukung melalui platform digital e-Kemasan milik Kementerian Perindustrian. Sistem daring ini menyediakan layanan pengajuan fasilitasi desain serta direktori rumah kemasan di seluruh Indonesia.

Penyelenggaraan kompetisi desain tingkat nasional menjadi wadah kreativitas bagi generasi muda dan desainer profesional. Sebanyak 163 peserta dari seluruh Indonesia mengikuti ajang tersebut untuk menghadirkan solusi pengemasan yang inovatif.

“Desain kemasan saat ini dituntut mampu menyeimbangkan aspek estetika, fungsionalitas, keberlanjutan, serta efisiensi biaya. Saya berharap lahir berbagai inovasi kemasan yang mampu menjawab preferensi konsumen,” ucap Reni.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....