Mendag Budi Santoso Resmikan IPBA guna Perkuat Ekonomi RI-Filipina
- 09 Mei 2026 12:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Menteri Perdagangan meresmikan IPBA di Cebu untuk memperkuat sinergi ekonomi Indonesia-Filipina dalam momentum 75 tahun hubungan diplomatik.
- IPBA berfungsi sebagai wadah advokasi, kolaborasi bisnis, dan penyedia program peningkatan kapasitas bagi eksportir nasional di pasar Filipina.
- Pembentukan asosiasi ini bertujuan mengoptimalkan potensi ekspor Indonesia ke Filipina yang telah mencapai nilai 10,22 miliar dolar AS pada 2025.
RRI.CO.ID, Cebu - Menteri Perdagangan Budi Santoso meresmikan Indonesia-Philippines Business Association (IPBA) di Cebu, Filipina. Pembentukan organisasi tersebut bertujuan memperkuat sinergi ekonomi Indonesia dan Filipina yang telah terjalin selama 75 tahun.
Budi menyampaikan kerja sama antarnegara menjadi bagian dari penguatan hubungan ekonomi di kawasan ASEAN. Ia menyebut IPBA diharapkan menjadi pintu masuk bagi pelaku usaha Indonesia dan Filipina.
IPBA berfungsi mendorong peningkatan perdagangan, investasi, dan kemitraan bisnis antara Indonesia dan Filipina. Organisasi tersebut resmi berdiri di sela pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN 2026.
“Eratnya kerja sama antarnegara menjadi kunci kekuatan negara kawasan ASEAN. Hadirnya IPBA yang bertepatan dengan 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Filipina menjadi babak baru kerja sama kedua pihak,” ujar Budi di Cebu, Rabu, 6 Mei 2026.
Atase Perdagangan (Atdag) Manila menginisiasi pembentukan asosiasi pengusaha tersebut sejak pertengahan 2024. Pengesahan IPBA merupakan bagian dari upaya pemerintah Indonesia dalam memperkuat hubungan dagang dengan Filipina.
Menteri Perdagangan Budi Santoso menyampaikan IPBA hadir untuk memperluas jaringan bisnis lintas negara. Ia menyebut diversifikasi perdagangan menjadi salah satu upaya dalam menghadapi tantangan global.
Asosiasi tersebut memiliki tugas utama melakukan advokasi bagi pelaku usaha terkait hambatan perdagangan. IPBA juga berperan dalam mendukung kelancaran arus pertukaran barang antara Indonesia dan Filipina.
Lembaga tersebut mendukung promosi produk nasional melalui pelaksanaan misi dagang dan forum bisnis. Kegiatan penjajakan bisnis mempertemukan pelaku usaha Indonesia dengan calon investor serta importir dari Filipina.
IPBA juga menyediakan ruang kolaborasi untuk mengidentifikasi kebutuhan dunia usaha. Anggota dapat menyampaikan berbagai tantangan perdagangan yang dihadapi di lapangan.
Program penguatan kapasitas bagi eksportir nasional disediakan untuk meningkatkan daya saing usaha kecil. Pelatihan mencakup pemahaman regulasi, standar produk Filipina, serta pendampingan kesiapan ekspor.
Presiden IPBA Darmilo Sosa mengapresiasi dukungan pemerintah Indonesia atas peresmian asosiasi tersebut. Ia menyebut kolaborasi Indonesia dan Filipina membuka peluang kerja sama perdagangan dan investasi.
“Masa depan pertumbuhan ASEAN terletak pada kolaborasi. Dengan dibentuknya IPBA, Indonesia dan Filipina menciptakan peluang baru bagi perdagangan, investasi, dan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan,” ujar Darmilo.
Filipina merupakan mitra dagang utama Indonesia dan menempati posisi ke-8 sebagai negara tujuan ekspor. Total nilai ekspor Indonesia ke Filipina pada 2025 mencapai 10,22 miliar dolar Amerika Serikat.
Sejumlah produk logam, konsentrat bijih, dan minyak nabati tercatat memiliki peluang pasar di Filipina. Indonesia menjadi salah satu pemasok utama kebutuhan impor Filipina.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....