Mendag Serukan ASEAN Tetap Terbuka Hadapi Ketidakpastian Global
- 08 Mei 2026 15:27 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Mendag Budi Santoso menyerukan ASEAN tetap terbuka dan tangguh menghadapi ketidakpastian global.
- Indonesia mendorong penguatan perdagangan intra-ASEAN serta ketahanan pangan dan energi kawasan.
- ASEAN diminta membangun solusi jangka panjang untuk melindungi UMKM dan masyarakat rentan.
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menegaskan ASEAN harus tetap terbuka dan tangguh di tengah ketidakpastian global. Ia mengatakan koordinasi pilar ekonomi dan politik ASEAN menjadi kunci menghadapi guncangan geopolitik global secara kolektif.
Budi menegaskan ASEAN harus menjaga stabilitas perdagangan dan rantai pasok di tengah ketidakpastian global. Ia mengatakan ASEAN perlu menunjukkan ketangguhan kawasan menghadapi gangguan perdagangan global.
Menteri Perdagangan menyampaikan hal tersebut dalam pertemuan gabungan menteri di Cebu, Filipina. Mendag didampingi Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Johni Martha.
“ASEAN perlu menunjukkan kepada komunitas bisnis dan internasional bahwa kawasan ini tetap terbuka, tangguh, dan mampu menjaga stabilitas perdagangan. Serta rantai pasok di tengah ketidakpastian geopolitik global,” ujar Budi di Filipina, Rabu, 6 Mei 2026.
Indonesia mendorong penguatan kerja sama energi dan pangan sebagai prioritas strategis kawasan. Upaya tersebut dilakukan untuk menjaga keberlangsungan produksi dan kelancaran arus barang pokok.
Pemerintah juga menekankan pentingnya diversifikasi sumber pasokan energi bagi negara anggota ASEAN. Selain itu, sistem peringatan dini perlu diperkuat untuk mengantisipasi potensi krisis pangan dan energi.
Budi mendorong penguatan perdagangan intra-ASEAN melalui percepatan ratifikasi protokol kedua ASEAN Trade in Goods Agreement (ATIGA). Fasilitasi perdagangan dinilai penting untuk menjaga pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat kawasan
“Penguatan perdagangan intra-ASEAN dan fasilitasi perdagangan menjadi instrumen penting. Untuk menjaga kelancaran arus pangan, energi, dan barang kebutuhan pokok bagi masyarakat kawasan,” kata Budi.
Pemerintah meminta percepatan penyelesaian Perjanjian Perdagangan Bebas ASEAN dan Kanada (ACaFTA). Optimalisasi Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (RCEP) juga menjadi agenda penting bagi Indonesia.
Indonesia menilai kebijakan kawasan perlu berorientasi pada kepentingan masyarakat. Perlindungan petani dan UMKM juga menjadi perhatian utama.
Budi mendorong ASEAN membangun solusi jangka panjang untuk memperkuat ketahanan kawasan. Upaya tersebut dilakukan guna melindungi kelompok rentan dari dampak krisis global.
“ASEAN harus mampu membangun solusi jangka panjang yang tidak hanya memperkuat ketahanan kawasan, tetapi juga melindungi masyarakat. Khususnya petani dan UMKM, dari dampak krisis global,” ujar Budi.
Indonesia mendukung pengembangan mekanisme respons krisis kolektif melalui inisiatif ASEAN CORE. Mekanisme tersebut diharapkan mampu memperkuat kesiapsiagaan ASEAN melalui koordinasi lintas sektor yang lebih fleksibel dan terintegrasi.
Para menteri juga menerima rekomendasi kebijakan dari Lembaga Penelitian Ekonomi ASEAN dan Asia Timur (ERIA). Dewan Penasihat Bisnis ASEAN (ASEAN-BAC) turut memberikan pandangan terkait penguatan ketahanan kawasan.
Pertemuan tersebut membahas dampak krisis Timur Tengah terhadap kondisi ekonomi regional. Forum juga menyoroti pentingnya koordinasi lintas sektor dalam menghadapi ketidakpastian global.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....