Menkeu Sebut Indonesia Sudah Bisa Lepas dari Kutukan Pertumbuhan 5 Persen
- 05 Mei 2026 21:25 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai capaian pertumbuhan ekonomi sebesar 5,61 persen sebagai prestasi yang luar biasa
- “Jadi clear sekali kita sudah bisa terlepas dari kutukan pertumbuhan 5 persen. Ekonomi sedang bergerak ke arah yang lebi cepat,” ujar Menkeu Purbaya
- Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, perekonomian Indonesia di luar ekspektasi dari berbagai lembaga dan melampaui pertumbuhan ekonomi negara-negara G20
RRI.CO.ID, Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai capaian pertumbuhan ekonomi sebesar 5,61 persen sebagai prestasi yang luar biasa. Pertumbuhan itu menurutnya, juga membuktikan Indonesia bisa keluar dari kutukan pertumbuhan 5 persen.
Seperti diketahui, hari ini Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia triwulan I 2026 sebesar 5,61 persen. “Ini prestasi luar biasa lho,” kata Menkeu Purbaya dalam keterangan pers APBN Kita di Kementerian Keuangan, Selasa, 5 Mei 2026.
Menurutnya, di tengah kondisi perekonomian global yang amat tidak menentu, perekonomian Indonesia masih dapat tumbuh sesuai target. Dibandingkan triwulan IV 2025 pertumbuhan ekonomi triwulan I 2026 lebih cepat.
“Jadi clear sekali kita sudah bisa terlepas dari kutukan pertumbuhan 5 persen. Ekonomi sedang bergerak ke arah yang lebih cepat,” ujar Menkeu Purbaya.
Namun ia mengingatkan, tantangan ke depan masih sangat sangat besar mengingat kondisi global belum membaik. Untuk itu, perekonomian domestik harus diperkuat dan harus tumbuh lebih baik lagi.
Menkeu menyatakan akan memberikan dukungan pada sektor swasta yang berorientasi ekspor, agar lebih kompetitif di pasar global. Karena sektor swasta merupakan salah satu mesin pertumbuhan ekonomi.

Pada kesempatan berbeda, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut pertumbuhan ekonomi triwulan I 2026 di luar ekspektasi. Karena lebih tinggi dari perkiraan pemerintah sebesar 5,5 persen dan dari perkiraan sejumlah lembaga.
“Kita lihat di tengah dinamika global yang masih mencari keseimbangan baru. Perekonomian Indonesia tumbuh baik di luar ekspektasi dari berbagai lembaga,” ujar Menko Airlangga dalam keterangan pers di Kemenko Perekonomian hari ini.
Pertumbuhan ekonomi triwulan I sebesar 5,61 persen, lanjut Airlangga, juga melampaui pertumbuhan ekonomi negara-negara G20. “Seperti Tiongkok, Singapura, Arab Saudi dan Amerika Serikat, kita yang tertinggi,” ucap Airlangga.
Pertumbuhan ekonomi di Tiongkok tercatat sebesar 5 persen, Singapura 4,6 persen, dan Amerika Serikat 2,7 persen. Di kawasan ASEAN, pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya kalah dengan Vietnam yang tumbuh 7,8 persen.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....