Defisit APBN Melebar 0,93 Persen, Menkeu Purbaya Sebut Masih Terkendali
- 05 Mei 2026 15:14 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Defisit anggaran melebar menjadi 0,93 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) menjadi Rp240,1 triliun hingga Maret 2026
- Menurut Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, meski meningkat, defisit anggaran masih terkendali
- Penerimaan pajak mengalami pertumbuhan yang kuat 20,7 persen menjadi Rp394,8 triliun
RRI.CO.ID, Jakarta - Kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga 31 Maret tumbuh ekspansif. Meskipun defisit anggaran melebar menjadi 0,93 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) menjadi Rp240,1 triliun.
Menurut Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, meski meningkat, defisit anggaran masih terkendali. "Defisit karena belanja negara yang lebih cepat, pertumbuhannya mencapai 31,4 persen atau Rp815 triliun," katanya dalam keterangan pers APBN Kita di Kementerian Keuangan, Selasa, 5 Mei 2026.
Sedangkan pendapatan negara hingga akhir Maret 2026 sebesar Rp574,9 triliun, naik 10,5 persen secara tahunan. "Penerimaan pajak mengalami pertumbuhan yang kuat 20,7 persen menjadi Rp394,8 triliun," ucap Menkeu Purbaya.
Penerimaan pajak tumbuh kuat karena aktivitas perekonomian yang terjaga. Hal ini tercermin dari capaian PPN dan PPnBM sebesar Rp155,6 triliun, tumbuh signifikan sebesar 57,7 persen.
"Peningkatan aktivitas ekonomi dan semakin membaiknya implementasi Coretax ikut mendorong menguatnya penerimaan pajak," kata Purbaya. Ia juga menegaskan pengawasan pajak akan dilakukan lebih terukur dan tepat sasaran.
Sementara itu dari sisi belanja, terjadi peningkatan belanja modal menjadi Rp 35,4 triliun atau tumbuh 35,4 persen secara tahunan. Belanja barang juga juga terealisasi cukup tinggi Rp111,1 triliun, paling besar untuk program MBG Rp54,4 triliun.
Belanja subsidi dan kompensasi hingga akhir Maret 2026 terealisasi sebesar Rp118,7 triliun. Belanja subsidi ini dan kompensasi ini untuk mengantisipasi volatilitas harga minyak akibat konflik geopolitik dan dinamika global.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....