Rosan Sebut Capaian Investasi Triwulan I 2026 Serap Ratusan Ribu Tenaga Kerja
- 23 Apr 2026 14:08 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Menteri Investasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani menyampaikan investasi sebesar Rp498,8 triliun berhasil menyerap 706.569 tenaga kerja
- Penciptaan lapangan kerja menjadi indikator penting dalam menilai kualitas investasi
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Investasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani menyampaikan investasi sebesar Rp498,8 triliun berhasil menyerap 706.569 tenaga kerja. Angka ini menunjukkan peningkatan 18,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Menurutnya, penciptaan lapangan kerja menjadi indikator penting dalam menilai kualitas investasi. “Realisasi investasi pada Triwulan I 2026 menyerap tenaga kerja sebanyak 706.569 orang,” ujar Rosan dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis, 23 April 2026.
Ia menambahkan, capaian tersebut telah memenuhi sekitar 24,4 persen dari target investasi nasional tahun ini. "Realisasi investasi pada Triwulan I 2026 kurang lebih 24,4% dari total target investasi tahun 2026 sebesar Rp 2.041,3 triliun," kata Rosan.
Dari sisi komposisi, investasi asing dan domestik tercatat relatif seimbang. Penanaman Modal Asing (PMA) mencapai Rp250 triliun, sementara Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp248,8 triliun.
Keseimbangan ini dinilai memperkuat stabilitas ekonomi nasional sekaligus memperluas peluang kerja. Distribusi investasi yang merata juga mendorong penciptaan lapangan kerja di berbagai wilayah.
Selain itu, investasi di sektor hilirisasi juga menunjukkan kinerja positif. Nilainya mencapai Rp147,5 triliun atau sekitar 29,6 persen dari total investasi triwulan pertama 2026.
"Capaian investasi yang berhubungan dengan hilirisasi cukup signifikan. Meningkat 8,2% dibanding periode yang sama tahun lalu," ucap Rosan.
Rosan menegaskan, hilirisasi menjadi salah satu kunci dalam menciptakan lapangan kerja berkualitas. Program ini mendorong pengolahan sumber daya alam di dalam negeri sehingga memberikan nilai tambah ekonomi.
Dengan tren tersebut, pemerintah optimistis investasi akan terus menjadi motor penciptaan lapangan kerja. Upaya ini diharapkan mampu memperkuat pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Sementara itu, Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan fundamental ekonomi Indonesia tetap solid meski ketidakpastian global masih berlangsung. Menurut dia perang di Selat Hormuz masih perlu dimonitor mingguan karena fluktuasi harga minyak terus berubah setiap pekan.
“Kita ketahui bahwa perang di Selat Hormuz belum selesai, masih dalam situasi yang perlu dimonitor secara mingguan. Karena juga fluktuasi harga minyak juga naik turun secara mingguan,” ujarnya
Airlangga mengatakan pertumbuhan triwulan pertama ditopang konsumsi rumah tangga, penyaluran THR, serta percepatan belanja dan stimulus pemerintah. Ia memperkirakan pertumbuhan ekonomi kuartal pertama secara fundamental tetap baik dengan capaian minimal menyentuh angka 5,5 persen.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....