Menkeu Sebut 'Orang Mampu' Tak Perlu Stimulus Lagi
- 22 Apr 2026 12:41 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kelompok masyarakat desil 8,9 dan 10, tambah Menkeu, tergolong ekonomi sejahtera sudah terlalu banyak menikmati subsidi
- Menkeu Purbaya juga mengatakan, kenaikan harga BBM non subsidi tidak akan memicu inflasi tinggi. Karena BBM yang subsidi harganya tidak naik sehingga inflasi akan terkendali
- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan tidak akan memberikan stimulus menyusul kenaikan harga BBM non-subsidi
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan tidak akan memberikan stimulus menyusul kenaikan harga BBM non-subsidi. Menurutnya, kelompok masyarakat yang menggunakan BBM Non-subsidi, tergolong kelompok masyarakat yang mampu secara ekonomi.
"Yang non-subsidi kenapa dikasih subsidi lagi, dikasih stimulus lagi?" kata Menkeu Purbaya dalam media briefing di Kementerian Keuangan, Selasa, 21 April 2026. Menurutnya, kebijakan menaikkan BBM bersubsidi untuk menghindari terjadinya penggelembungan ekonomi yang risikonya akan lebih besar.
"Itu kan untuk mengurangi supaya pertama, perekonomian enggak gelembung-gelembung amat. Dan yang kedua, kan itu orang mampu, ya biar aja," ucap Menkeu.
Menurutnya, kelompok masyarakat desil 8,9 dan 10 yang tergolong ekonomi sejahtera sudah terlalu banyak menikmati subsidi. Padahal subsidi kan seharusnya untuk masyarakat yang tidak mampu.
"Hampir 30 persen subsidi yang kita kasih (untuk kelompok desil tersebut), cukup besar. Jadi kalau yang mampu itu harus bayar lebih sedikit ya gak apa-apa karena mereka memang mampu," ujarnya lagi.
Menkeu Purbaya juga mengatakan, kenaikan harga BBM non subsidi tidak akan memicu inflasi tinggi. Karena BBM yang subsidi harganya tidak naik.
"Jadi inflasinya bisa dikendalikan," ucapnya. Selain itu, dengan manajemen 'cash' yang baik, bisa mendorong perekonomian.
"Ketika harga-harga naik, harga BBM non subsidi utamanya, tapi yang subsidi enggak naik, inflasi juga enggak naik. Sehingga daya beli masyarakat akan tetap terjaga," kata Menkeu optimis.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....