Prakiraan IHSG Hari Ini Stagnan karena Faktor Eksternal dan Domestik
- 22 Apr 2026 08:50 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Hari ini, IHSG berpotensi bergerak sideways (stagnan). Level support IHSG diperkirakan akan beregrak di rentang 7.450-7.500 dan level resistansi di 7.570-7.600
- Perkembangan konflik AS-Iran masih menjadi faktor utama yang mempengaruhi sentimen pasar.
- Termasuk pengumuman MSCI terkait indeks saham Indonesia dan pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia.
RRI.CO.ID, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) diprakirakan masih akan melemah hari ini. Dalam penutupan perdagangan, Selasa kemarin, IHSG juga melemah 0,45 persen ke level 7.559.
"Hari ini, IHSG berpotensi bergerak sideways (stagnan). Level support IHSG diperkirakan akan beregrak di rentang 7.450-7.500 dan level resistansi di 7.570-7.600," kata Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, Rabu, 22 April 2026.
Perkembangan konflik AS-Iran masih menjadi faktor utama yang mempengaruhi sentimen pasar. Termasuk pengumuman MSCI terkait indeks saham Indonesia dan pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia.
Dalam perdagangan Selasa kemarin, terjadi aliran masuk modal asing dengan net buy asing sebesar Rp243 miliar. Saham yang paling banyak dibeli asing adalah EMAS, BNBR, INDY, BULL, dan UNTR
Sementara itu, bursa saham Amerika Serikat ditutup turun dalam perdagangan hari Senin. "Kekhatiran pelaku pasar meningkat seiring berakhirnya gencatan senjata AS-Iran hari ini dan kedua negara tidak mencapai kesepakatan," ujar Fanny.
Namun berita pagi ini menyebutkan, Presiden Trump secara sepihak mengatakan akan memperpanjang gencatan senjata. Sementara Iran menegaskan tidak akan mengirim lagi delegasi untuk perundingan lanjutan dengan AS.
Indeks S&P 500 turun 0,63 persen Nasdaq Composite melemah 0,59 persen dan Dow Jones Industrial Average terkoreksi 0,59 persen. Sementara itu, bursa saham di kawasan Asia-Pasifik mayoritas menguat.
Berbeda dengan di AS, pelaku pasar di Asia-Pasifik optimis akan peluang negosiasi damai antara AS dan Iran. "Sentimen positif lain juga diperkuat oleh meningkatnya minat terhadap sektor kecerdasan buatan (AI)," ucap Fanny.
Di Korea Selatan, indeks Kospi melonjak 2,7 persen, di Jepang, indeks Nikkei 225 menguat 0,9 persen. Indeks S&P/ASX 200 Australia turun moderat 0,04 persen, Hang Seng di Hong Kong menguat 0,34 persen.
Pasar juga mencermati pernyataan dalam sidang calon Ketua the Fed Kevin Warsh di Kongres AS semalam. Ia menegaskan komitmennya menjaga independensi kebijakan moneter di tengah kritik Presiden Trump terhadap bank sentral.
Di dalam negeri, pasar menunggu hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia yang akan diumumkan hari ini. Selain itu, pelaku pasar masih mencermati pengumuman penyedia indeks global MSCI.
MSCI dalam pengumumannya Senin kemarin menyatakan masih membekukan rebalancing indeks saham Indonesia untuk periode Mei 2026. Meskipun otoritas berwenang pasar modal Indonesia sudah melakukan berbagai langkah reformasi untuk memenuhi ktiteria MSCI.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....