Bapanas Pastikan Mayoritas Komoditas Pangan Nasional Surplus, Stok Aman

  • 21 Apr 2026 08:39 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Bapanas memastikan mayoritas komoditas pangan nasional dalam kondisi surplus hingga akhir 2026.

RRI.CO.ID, Jakarta – Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan mayoritas komoditas pangan nasional berada dalam kondisi surplus. Ketersediaan pangan pun dinilai melampaui kebutuhan dengan cadangan yang terjaga.

Demikian disampaikan Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, Senin 20 April 2026. Menurut dia, sebagian besar komoditas utama telah swasembada sehingga dinilai mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri.

“Mayoritas pangan kita berlebih dan memiliki stok cadangan,” ucapnya. Menurut proyeksi Bapanas, hingga akhir 2026 stok beras diperkirakan mencapai 16,12 juta ton dengan total ketersediaan mencapai 47,2 juta ton.

Sementara itu, komoditas lain juga menunjukkan surplus. Di antaranya jagung yang diperkirakan memiliki stok akhir 5,35 juta ton, serta gula konsumsi sebanyak 1,3 juta ton.

Untuk komoditas hortikultura, stok bawang merah mencapai sekitar 38 ribu ton. Sedangkan cabai besar sebanyak 58 ribu ton dan cabai rawit 73 ribu ton.

Kondisi aman juga berlaku pada protein hewani. Stok daging ayam ras diproyeksi mencapai 1,68 juta ton dan telur ayam ras sebanyak 948 ribu ton.

Dari sisi harga, sebagian besar komoditas masih dinyatakan relatif stabil. Harga beras medium, misalnya, tercatat sekitar Rp13.379 per kilogram.

Harga beras SPHP berada di kisaran Rp12.444 per kilogram. Sedangkan harga kedelai juga masih di bawah harga acuan pemerintah (HAP).

Namun, harga cabai rawit merah masih berada di atas HAP yaitu sekitar Rp75 ribu per kilogram. “Awalnya tinggi karena faktor cuaca, tetapi saat ini trennya mulai menurun,” kata Astawa.

Sedangkan harga minyak curah bersubsidi MinyaKita juga masih di atas harga eceran tertinggi (HET). Meskipun demikian, Astawa menegaskan tren harga sudah mulai menunjukkan penurunan.

Bapanas juga mulai mendorong pemanfaatan surplus komoditas seperti ayam, telur, dan bawang merah untuk menembus pasar luar negeri. “Ekspor dilakukan antara lain ke Filipina, Singapura, dan Malaysia,” ucapnya.

Meski begitu, beberapa komoditas masih bergantung pada impor seperti kedelai dan bawang putih. “Sehingga, fokus kami adalah meningkatkan produksi kedua komoditas tersebut,” kata Astawa.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....