Komisi VI DPR Wanti-Wanti Harga Pangan-Barang Meroket imbas Harga BBM Nonsubsidi
- 19 Apr 2026 09:54 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Anggota Komisi VI DPR RI, Rivqy Abdul Halim mewanti-wanti, harga pangan dan barang meroket akibat kenaikan harga BBM nonsubsidi.
- Stabilitas harga pangan dan barang penting lainnya harus tetap dijaga
- Pemerintah harus terus mengedepankan komunikasi publik yang transparan serta kebijakan yang berpihak pada perlindungan masyarakat
RRI.CO.ID, Jakarta - Anggota Komisi VI DPR RI, Rivqy Abdul Halim mewanti-wanti, harga pangan dan barang meroket akibat kenaikan harga BBM nonsubsidi. Ke depannya, pemerintah perlu memastikan kenaikan BBM nonsubsidi ini tidak merembet ke harga-harga kebutuhan pokok.
"Stabilitas harga pangan dan barang penting lainnya harus tetap dijaga. Sehingga daya beli masyarakat tidak tergerus,” kata politikus PKB ini dalam keterangan persnya, di Jakarta, Minggu, 19 April 2026.
Ia menegaskan, penyesuaian harga saat ini hanya terjadi pada jenis BBM dengan 'Research Octane Number' (RON) tinggi. Sehingga, seharusnya tidak secara langsung memicu lonjakan harga barang kebutuhan dasar.
"Pemerintah harus terus mengedepankan komunikasi publik yang transparan serta kebijakan yang berpihak pada perlindungan masyarakat. Khususnya di tengah dinamika ekonomi saat ini," ujar Rivqy.
PT Pertamina menaikkan harga BBM nonsubsidi mulai Sabtu, 18 April 2026. Kenaikan ini dilakukan setelah sebelumnya harga ditahan di tengah gejolak geopolitik global.
Melansir situs resmi Pertamina, penyesuaian harga terjadi pada sejumlah jenis BBM nonsubsidi di berbagai wilayah. Kenaikan ini mengikuti dinamika pasar energi dunia yang dipengaruhi ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Kenaikan signifikan terjadi pada Pertamax Turbo yang kini dibanderol Rp19.400 per liter di wilayah Jabodetabek. Selain itu, Pertamax Green juga naik menjadi Rp12.900 per liter dari harga sebelumnya.
Untuk jenis solar nonsubsidi, harga Dexlite naik menjadi Rp23.600 per liter dari sebelumnya Rp14.200 per liter. Sementara Pertamina Dex juga meningkat menjadi Rp23.900 per liter dari harga sebelumnya Rp14.500 per liter.
Namun demikian, Pertamina tetap menahan harga Pertamax pada level Rp12.300 per liter di wilayah Jabodetabek. Harga BBM subsidi seperti Pertalite dan Biosolar juga tidak mengalami perubahan hingga saat ini.
Berikut rincian harga BBM Pertamina di wilayah Jabodetabek:
• Pertamax: Rp12.300/liter
• Pertamax Turbo: Rp19.400/liter
• Pertamax Green: Rp12.900/liter
• Dexlite: Rp23.600/liter
• Pertamina Dex: Rp23.900/liter
• Pertalite: Rp10.000/liter
• Biosolar: Rp6.800/liter.
Di wilayah Riau dan Kepulauan Riau, harga Pertamax mencapai Rp12.900 per liter. Pertamax Turbo dipatok Rp20.250 per liter dengan Dexlite Rp24.650 per liter.
Untuk wilayah Bali dan Nusa Tenggara Barat, harga Pertamax berada di level Rp12.300 per liter. Pertamax Turbo dipatok Rp19.400 per liter, dengan Dexlite Rp23.600 per liter.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....