Program PKE Diharapkan Bisa Dorong Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

  • 20 Apr 2026 06:02 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • untuk mencapai target pertumbuhan tersebut tidak bisa hanya mengandalkan konsumsi rumah tangga yang selama ini menjadi sumber utama pertumbuhan
  • Sumber pertumbuhan lain, salah satunya dengan meningkatkan ekspor
  • Untuk itu Kementerian Keuangan melalui Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank menggulirkan program Penugasan Khusus Eskpor (PKE)

RRI.CO.ID, Gresik - Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi 8 persen hingga tahun 2029 mendatang. Namun, untuk mencapai target pertumbuhan tersebut tidak bisa hanya mengandalkan konsumsi rumah tangga yang selama ini menjadi sumber utama pertumbuhan.

Tapi juga harus ditopang dengan sumber pertumbuhan lain, salah satunya dengan meningkatkan ekspor. "Untuk itu Kementerian Keuangan melalui Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank menggulirkan program Penugasan Khusus Eskpor (PKE)," kata Direktur Pengelolaan Risiko Keuangan Negara, Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, Tony Prianto dalam media visit di Gresik, dikutip pada Minggu, 19 April 2026.

Program ini sebenarnya sudah dilaksanakan sejak tahun 2021, dan akan dilanjutkan hingga tahun 2029. "Pemerintah memandang ada beberapa sektor ekspor yang perlu dimasuki oleh industri, tetapi industri butuh dukungan dari pemerintah," ucap Tony.

Ia juga mengatakan, pemerintah tidak hanya menyiapkan program PKE, tapi juga dukungan fasilitas fiskal lainnya . "Hal ini nanti akan menjadi semacam komplementari yang memudahkan Indonesia bersaing secara ekspor dengan negara lainnya di dunia," ujarnya.

Dengan kebijakan-kebijakan itu target pertumbuhan ekonomi 8 persen hingga tahun 2029 diharapkan dapat tercapai. Sejauh ini dari sisi neraca perdagangan juga masih positif, ekspornya akan diperkuat sambil.memgurangi impor.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Pelaksana Bisnis II Indonesia Eximbank, Sulaeman mengatakan PKE dibiayai dari Penyertaan Modal Negara (PMN). "Jumlah PMN program PKE sebesar 13, 7 triliun. Penyalurannya sudah terealisasi sebesar 13 triliun dan menghasilkan devisa dari ekspor sebesar lebih dari 37 triliun," kata Sulaeman.

Jumlah penerima program PKE sebanyak 270 ekspotir, yang melakukan ekspor ke 90 negara. Jumlah komoditas yang diekspor lebih dari 30 jenis komoditas, dengan laba sebesar Rp742 miliar.

"Dengan adanya PKE ini kita bisa memberikan development impact yang luar biasa. Satu rupiah yang ditarik dari PKE ini, development impact nya bisa 3 kali lipat," ucapnya lagi.

Penugasan Khusus Ekspor (PKE), mencakup 6 porgram dan 3 yang bersifat proyek, Enam Program PKE terdiri dari PKE untuk ekspor ke negara non-tradisional seperti Timur Tengah dan Eropa Timur. PKE juga diberikan untuk pembiayaan perdagangan, PKE untuk industri alat transportasi dan alat pendukungnya.

PKE untuk industri farmasi dan alat kesehatan serta PKE untuk penjaminan dan asuransi. Sedangkan yang sifatnya proyek ada tiga, yakni PKE untuk industri penerbangan, PKE untuk pariwisata di Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....