Harga Emas, Minyak Dunia dan Rupiah Diprakirakan Fluktuatif Pekan Depan

  • 19 Apr 2026 22:55 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta – Harga emas sepekan ke depan diprakirakan masih akan fluktuatif dipengaruhi perkembangan konflik geopolitik dan harga minyak dunia. Begitu pula dengan harga logam mulia di dalam negeri, naik turunnya juga dipengaruhi oleh nilai tukar rupiah.

Analis Pasar Uang Ibrahim Assuaibi memprakirakan indeks dolar pekan depan (20-25 April 2026) akan bergerak di level support 97,15. Sedangkan level resistansi di posisi 100.

Sedangkan harga minyak WTI diprakirakan sebesar USD73,80 per barel untuk level support dan USD98 per barel di level resistansi. Sementara nilai tukar rupiah, diprakirakan bisa mencapai Rp17.300 per dolar AS pada pekan depan.

“Sementara harga emas dunia, jika mengalami kenaikan di pekan depan, bisa tembus di atas USD5.000 per troi ons. Sehingga harga logam mulia kemungkinan bisa mencapai Rp3,1 juta per gram,” kata Ibrahim dalam analisisnya, Minggu, 19 April 2026.

Menurutnya, ada empat faktor utama yang akan mempengaruhi harga emas dunia, harga minyak, dan nilai tukar rupiah sepekan ke depan. Yakni, perkembangan konflik Timur Tengah, konflik Rusia-Ukraina, perkembangan politik di AS dan serta kebijakan bank sentral AS.

“Konflik antara Rusia dan Ukraina semakin memanas karena serangan drone Ukraina ke kilang-kilang minyak milik Rusia. Rusia mengecam NATO yang disebut membantu persenjataan Ukraina untuk melakukan serangan menggunakan drone,” ucap Ibrahim

Sedangkan di Timur Tengah, gencatan senjata antara Israel – Lebanon, ikut meredakan ketegangan antara AS-Iran. Iran menyatakan membuka kembali Selat Hormuz.

Meski demikian, masih sulit diprakirakan bagaimana kelanjutan gencatan senjata tersebut. Termasuk bagaimana akhir konflik AS-Iran karena AS malah mengancam ingin menguasai uranium Iran.

“Jika Selat Hormuz terus dibuka, akan berdampak pada harga minyak Brent dan WTI yang akan turun. Karena pasokan minyak akan lancar dan inflasi kemungkinan juga terkendali,” ujar Ibrahim.

Sementara bank sentral AS, tambah Ibrahim belum akan mengambil sikap terkait suku bunga. Namun akhir bulan nanti akan terjadi pergantian ketua the Fed, yang kemungkinan akan membawa perubahan kebijakan suku bunga.

Kebijakan suku bunga the Fed akan mempengaruhi indeks dolar AS. Pergerakan indeks dolar AS akan menentukan pergerakan nilai tukar rupiah.

Sementara itu situasi perpolitikan di AS juga akan menjadi sentimen pasar, berupa pemilu sela akan jadi pertarungan partai Republik dan Partai Demokrat. AS juga disebut-sebut akan kembali menerapkan perang dagang di bulan Juli 2026.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....