IHSG Naik 2,53 Persen dalam Sepekan, namun Disertai Aksi Jual Saham
- 19 Apr 2026 21:55 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), selama periode 13-17 April 2026, IHSG naik 2,35 persen
- Kapitalisasi pasar BEI pada akhir pekan ini tercatat sebesar Rp13.635 triliun. Kapitalisasi pasar naik 3,38 persen dibandingkan akhir pekan sebelumnya yang tercatat sebesar Rp13.189 trilun
- Namun BEI mencatat masih terjadi aliran keluar modal asing. Investor asing mencatatkan nilai jual bersih saham sebesar Rp931,61 miliar akhir pekan kemarin
RRI.CO.ID, Jakarta- Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama sepekan kemarin mencatatkan kinerja yang positif. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), selama periode 13-17 April 2026, IHSG naik 2,35 persen.
Pada akhir pekan, Jumat 17 April 2026, IHSG ditutup di level 7.634. IHSG naik dari posisi 7,458,49 akhir pekan sebelumnya.
Selama perdagangan sepekan kemarin, kenaikan tertinggi terjadi pada rata-rata volume transaksi harian sebesar 33,12 persen menjadi 42,98 miliar lembar saham. Pada akhir pekan sebelumnya, rata-rata volume transaksi hari tercatat sebesar 32,28 miliar lembar saham.
Rata-rata frekuensi transaksi harian juga mengalami kenaikan pada pekan ini sebesar 32,71 persen manjadi 2,72 juta kali transaksi. Pada akhir pekan sebelumnya tercatat hanya sebesar 2,05 juta kali transaksi.
Sementara itu, rata-rata nilai transaksi harian pekan ini naiksebesar 17,56. Nilainya mencapai Rp20,36 triliun dari Rp17,32 triliun pada pekan sebelumnya.
Sehingga kapitalisasi pasar BEI pada akhir pekan ini tercatat sebesar Rp13.635 triliun. Kapitalisasi pasar naik 3,38 persen dibandingkan akhir pekan sebelumnya yang tercatat sebesar Rp13.189 trilun.
Namun BEI mencatat masih terjadi aliran keluar modal asing. Investor asing mencatatkan nilai jual bersih saham sebesar Rp931,61 miliar akhir pekan kemarin.
Sehingga sepanjang tahun 2026 ini, investor asing mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp39,86 triliun. Sepanjang pekan kemarin, perdagangan saham masih dipengaruhi sentimen pasar terhadap perkembangan konflik di Timur Tengah dan harga minyak.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....