Spring Meetings, IMF dan Bank Dunia Puji Daya Tahan Perekonomian Indonesia

  • 15 Apr 2026 19:44 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Lembaga Dana Moneter Internasional (IMF) memuji kemampuan Indonesia dalam menjaga stabilitas perekonomian di tengah tekanan global
  • Indonesia juga kembali ditegaskan sebagai salah satu "bright spot" dalam perekonomian global karena fundamental ekonominya yang kuat
  • Dalam rangkaian pertemuan dengan IMF, Bank dunia, Lembaga Rating dan para investor, terlihat keyakinan investor bahwa Indonesia tidak hanya berdaya tahan, tetapi juga semakin adaptif dan kredibel

RRI.CO.ID, Jakarta - Lembaga Dana Moneter Internasional (IMF) memuji kemampuan Indonesia dalam menjaga stabilitas perekonomian di tengah tekanan global. IMF menyampaikan hal tersebut dalam pertemuan dengan Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

Keduanya saat ini sedang mengikuti pertemuan tahunan Musim Semi (Spring Meetings) IMF dan Bank Dunia di Amerika Serikat. 'Di tengah dinamika global yang semakin kompleks, Indonesia mampu mengelola keseimbangan antara stabilitas dan pertumbuhan secara optimal," kata Direktur IMF Kristalina Georgieva, Rabu, 15 April 2026.

Indonesia juga kembali ditegaskan sebagai salah satu "bright spot" dalam perekonomian global karena fundamental ekonominya yang kuat. Ditopang oleh kebijakannya yang kredibel sehingga ketahanan ekonominya terjaga di tengah tingginya ketidakpastian global.

IMF mengapresiasi langkah-langkah yang dilakukan Indonesia dalam menjaga stabilitas perekonomian. Diantaranya mensinergikan kebijakan fiskal dan moneter dan disiplin menjaga defisit anggaran di bawah 3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Menkeu Purbaya pada IMF menegaskan bahwa Indonesia memiliki kondisi fiskal yang solid dan bantalan anggaran yang memadai. Sehingga Indonesia tidak termasuk dalam negara yang mendapatkan bantuan dana dari IMF.

“IMF tidak memiliki otoritas untuk mengurangi ketidakpastian global, namun menyediakan dukungan bagi negara yang membutuhkan. Indonesia tidak termasuk, karena kondisi fiskal kita kuat dengan bantalan anggaran sekitar Rp420 triliun,” ujar Menkeu.

Sementara itu, dalam pertemuan dengan World Bank dan S&P Global Ratings, Indonesia juga memperoleh penilaian positif. Keraguan terhadap kemampuan Indonesia menjaga disiplin fiskal sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kini semakin berkurang.

"Bank Dunia juga menyatakan minatnya untuk memperdalam kerja sama dengan Indonesia. Khususnya dalam mendukung pembangunan jangka panjang, pengentasan kemiskinan, serta pembiayaan proyek strategis di negara berkembang," kata Menkeu.

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo dalam pertemuan dengan IMF dalam Spring Meetings 2026 di AS (Foto;Dokumentasi Bank Indonesia)

Pada kesempatan yang sama, Bank Indonesia juga menyampaikan respons kebijakan yang ditempuh dalam menjaga daya tahan ekternal. "Kebijakan yang diambil tidak lagi bersifat konvensional," ucap Gubernur BI, Perry Warjiyo.

BI, lanjutnya, melakukan bauran kebijakan yang terintegrasi dan adaptif, yakni mengombinasikan kebijakan moneter yang berfokus pada stabilitas. Sementara itu, kebijakan makroprudensial diarahkan untuk pro-pertumbuhan, dan penguatan sistem pembayaran untuk mendukung aktivitas ekonomi dan digitalisasi.

"Di tengah dinamika global yang semakin kompleks, Bank Indonesia menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas. Komitmen itu dilakukan melalui pengelolaan nilai tukar yang fleksibel namun terukur dan penguatan instrumen moneter untuk menjaga daya tarik aset domestik.

Secara keseluruhan, BI menyatakan, rangkaian pertemuan dengan IMF, Bank dunia, Lembaga Rating dan para investor memperkuat keyakinan investor. "Bahwa Indonesia tidak hanya berdaya tahan, tetapi juga semakin adaptif dan kredibel dalam menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan," ujar Gubernur BI.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....