Konflik Timur Tengah, Risiko Turunnya Kunjungan Wisman dan Devisa Negara

  • 04 Apr 2026 19:55 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Jika perang AS-Iran berlangsung lama, akan berdampak pada menurunnya kunjungan wisman dan menurunnya devisa negara
  • Penutupan wilayah udara Iran telah berdampak langsung pada pembatalan penerbangan menuju Indonesia, terdapat enam titik asal penerbangan yang terdampak. Yakni Abu Dhabi, Doha, Dubai, Jedah, Madinah dan Muscat
  • Totalnya ada 770 penerbangan yang dibatalkan, dengan potensi kehilangan wisman sebantak 60.752 kunjungan serta potensi kehilangan devisa sebanyak Rp2,04 triliun

RRI.CO. ID, Jakarta – Perang AS-Iran sudah berlangsung sebulan lebih, dan sulit diprediksi kapan akan berakhir. Jika perang berlangsung lama, sektor pariwisata akan terdampak karena berkurangnya kunjungan wisata baik dalam dan luar negeri.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah kunjungan wisatawan manca negara (wisman) ke Indonesia, masih cukup baik. Meski secara bulanan, jumlah wisman menurun 2, 42 persen hanya sekitar 1,16 juta kunjungan wisman.

“Tetapi secara tahunan, kunjungan wisman bulan Februari mengalami kenaikan sebesar 13,37 persen persen,” Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, dikutip Sabtu, 4 April 2026. Begitu pula jika dihitung secara kumulatif, jumlah wisman pada Januari-Februari 2026, sebanyak 2,35 juta kunjungan wisman.

“Secara kumulatif jumlah kunjungan wisman meningkat 7,77 persen. Kunjungan wisman pada Januari-Februari 2026 merupakan yang tertinggi sejak tahun 2021,” ujar Ateng.

Namun, kunjungan wisman ke Indonesia di bulan Maret 2026 diperkirakan menurun, akibat agresi AS ke Iran. Suasana Timur Tengah yang memanas dan kenaikan harga minyak, berpengaruh pada biaya transportasi dan permintaan perjalanan wisata.

“Penutupan wilayah udara Iran telah berdampak langsung pada pembatalan penerbangan menuju Indonesia. Hal ini berisiko menurunkan kunjungan wisatawan terutama dari segmen long haul dan high spender, “ kata Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana dalam rapat kerja dengan Komisi VII DPR RI pekan ini.

Menurutnya, dalam periode 29 hari, dari 28 Februari-29 Maret 2026, terdapat enam titik asal penerbangan yang terdampak. Yakni Abu Dhabi, Doha, Dubai, Jedah, Madinah dan Muscat.

“Totalnya ada 770 penerbangan yang dibatalkan, dengan potensi kehilangan wisman sebantak 60.752 kunjungan. Serta potensi kehilangan devisa sebanyak Rp2,04 triliun,” ucap Menpar.

Jika konflik Timur Tengah berlanjut hingga akhir tahun, Indonesia diperkirakan akan kehilangan sekitar 1,44-1,68 juta kunjungan wisman. Sedangkah potensi devisa yang akan hilang diperkirakan mencapai Rp48,3-56,5 triliun.

Lebih lanjut, Menpar Widiyanti mengatakan, konflik Timur Tengah yang memicu kenaikan harga minyak menyebabkan kenaikan biaya transportasi. Sehingga permintaan perjalanan wisata juga diperkirakan akan berkurang baik dari manca negara maupun wisatawan domestik.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....