Menko Pangan Jamin Stok Pangan Aman dan Melimpah Pasca-Lebaran
- 28 Mar 2026 11:03 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pemerintah memastikan stok pangan pasca-Lebaran dalam kondisi aman dan melimpah, termasuk beras, ayam, telur, dan sayuran.
- Harga sejumlah komoditas bervariasi, dengan cabai merah turun sementara cabai rawit mengalami kenaikan.
- Pemerintah menyelenggarakan pasar murah dan pemantauan rutin untuk menjaga stabilitas harga di berbagai daerah.
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) memastikan ketersediaan barang kebutuhan pokok di pasar rakyat melimpah. Pemerintah memantau langsung kondisi persediaan komoditas utama seperti beras dan minyak goreng setelah masa libur.
Zulhas menjelaskan bahwa masyarakat dapat melihat sendiri kondisi harga serta cadangan pangan saat ini. Ia menegaskan ketersediaan beras, daging ayam, hingga aneka sayuran dalam jumlah melimpah di Pasar Minggu, Jakarta Selatan.
"Persediaan banyak, beras banyak, ayam stoknya banyak, telur banyak, sayur-sayuran banyak. Harga-harga bervariasi, ada yang turun, ada yang sedikit naik, misalnya kalau telur itu kan sama harganya," ujar Zulhas di Pasar Minggu, Jakarta Sekatan, Sabtu, 28 Maret 2026.
Zulhas mengatakan variasi harga yang terjadi pada beberapa jenis komoditas hortikultura tertentu di pasar. Ia menyebut harga cabai merah keriting mengalami penurunan sementara jenis cabai rawit merah justru sedikit naik.
Zulkifli Hasan mengungkapkan bahwa pemerintah akan terus memantau pergerakan harga pangan di berbagai wilayah Indonesia. Ia berencana melakukan pengecekan langsung ke daerah Lampung serta Jawa Tengah guna menjamin stabilitas harga.
"Tentu kita akan pantau terus ya, tiap hari, ini sekarang di sini, kita juga besok saya cek di Lampung, juga di Jawa Tengah dan lain-lain ya. Karena harga-harga masih ada yang belum turun, maka pemerintah melakukan apa yang disebut dengan pasar murah," kata Zulhas.
Zulhas menyebut kebijakan pasar murah bertujuan membantu masyarakat di tengah kondisi operasional pedagang pasar. Ia menilai aktivitas perdagangan saat ini belum mencapai angka seratus persen setelah melewati masa libur panjang.
"Nanti sore, bulog akan menggelar pasar murah hampir 100 ribu paket, ada beras, ada minyak dan lain-lain. Kita juga melakukan pasar murah agar menekan harga, dimana setelah lebaran ini kan belum 100 persen pedagangnya datang," ucap Zulhas.
Zulhas mengatakan bahwa pemerintah turut menyoroti lonjakan harga kemasan plastik yang menjadi keluhan utama pedagang. Ia mengatakan pihaknya akan mengundang pihak terkait guna membahas kenaikan harga biji plastik.
"Ya ini memang tidak hanya pedagang sini, hampir seluruhnya memang mengeluhkan soal harga plastik. Naiknya tuh gak kira-kira ya, bukan naik, ini melonjak,” ujar Zulhas.
Zulhas menegaskan bahwa ketegangan geopolitik di Timur Tengah tidak akan mengganggu ketersediaan pangan nasional Indonesia. Ia menjamin stok beras nasional tetap aman hingga tahun depan berkat kebijakan antisipasi pemerintah pusat.
"Beras kita tahun lalu surplus 4 juta, saya kira tahun ini juga akan ada 4 juta. Jadi insyaallah kalau beras tahun ini sampai tahun depan kita aman stoknya ya," kata Zulhas.
Menteri Perdagangan Budi Santoso menyatakan bahwa pasokan kebutuhan pokok seperti beras dan cabai dalam kondisi mencukupi. Ia menyampaikan pemantauan pasokan dilakukan secara intensif melalui aplikasi SP2KP di 550 titik pasar seluruh Indonesia.
"Kurang lebih mungkin baru 50 persen ya pedagangnya baru datang dan kebutuhan pokok kita seperti beras, kemudian minyak, cabai, dan lain-lain tercukupi. Jadi saya kira semua bagus, pasokan tercukupi dan kita terus akan terus memantau ya kebutuhan-kebutuhan pokok kita sehari-hari," ujar Budi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....