Pemerintah: Kondisi Ekonomi Indonesia Masih Kuat Hadapi Krisis

  • 26 Mar 2026 23:45 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kantor Kemenko Perekonomian memastikan kondisi fundamental ekonomi Indonesia masih kuat dan mampu menghadapi tekanan global
  • Juru Bicara Kemenko Perekonomian, Haryo Limanseto mengatakan, pemerintah menghormati berbagai pandangan masyarakat terkait kebijakan menghadapi krisis energi global
  • Pemerintah tetap optimistis perekonomian Indonesia dapat tumbuh sekitar 5,4 persen pada tahun 2026

RRI.CO.ID, Jakarta – Kantor Kementerian Kordinator Bidang Perekonomian memberikan perhatian pada wacana yang berkembang di masyarakat terkait kondisi perekonomian Indonesia. Utamanya dalam menghadapi konflik geopolitik yang dapat memicu krisis harga dan pasokan energi.

Juru Bicara Kemenko Perekonomian, Haryo Limanseto mengatakan, pemerintah menghormati berbagai pandangan dari masyarakat. Pandangan-pandangan tersebut menjadi masukan bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan.

Sejauh ini, kata Haryo, pemerintah memastikan kondisi fundamental ekonomi Indonesia masih kuat dan mampu menghadapi tekanan global. “Fundamental ekonomi Indonesia tetap resilien, didukung oleh koordinasi kebijakan yang solid serta sejumlah faktor ekonomi domestik yang terjaga,” kata Haryo dalam pernyataan tertulisnya, Kamis, 26 Maret 2026.

Pemerintah, jelasnya, akan menjaga stabilitas pertumbuhan ekonomi melalui pengendalian inflasi dan kebijakan stabilisasi harga. Pertumbuhan ekonomi tahun 2025 tercatat sebesar 5,11 persen sedangkan inflasi berada di kisaran target 2,5±1 persen.

“Konsumsi rumah masyarakat masih menjadi penopang utama pertumbuhan. Pemerintah memberikan stimulus fiskal dan program bantuan sosial untuk menjaga permintaan domestik dan sektor riil,” ujar Haryo.

Sektor industri juga pada fase ekspansi dengan Indeks Manufaktur (PMI) di level 53,8. Indeks itu menjadi yang tertinggi dalam dua tahun terakhir.

Sementara itu, pendapatan negara dari sisi penerimaan pajak tumbuh 30,4 persen secara tahunan hingga Februari 2026. Ketahanan pangan dan energi nasional juga terjaga.

“Indonesia mencatat surplus produksi energi melalui program biodiesel. Kondisi ini menjadi bantalan penting dalam menghadapi gejolak global, termasuk dampak dari konflik geopolitik,” ucap Haryo.

Pemerintah, tambahnya, terus mendorong transformasi ekonomi melalui hilirisasi industri, penguatan investasi dan digitalisasi. Termasuk mendorong pertumbuhan sumber ekonomi baru dari sektor ekonomi hijau dan energi terbarukan.

“Pemerintah optimistis perekonomian Indonesia dapat tumbuh sekitar 5,4 persen pada tahun 2026. Di saat yang sama, prinsip kehati-hatian tetap dikedepankan dalam merespons dinamika global,” kata Haryo menutup keterangannya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....