Harga Minyak Pekan Ini, Prospeknya Masih Suram
- 24 Mar 2026 20:45 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Harga minyak di pasar dunia kembali naik setelah sempat turun karena pernyatan Presiden Trump
- Analis Pasar Uang dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi, harga minyak terutama minyak Brent kemungkinan naik tajam pekan ini
- Berlanjutnya kenaikan harga minyak memicu kekhawatiran pasar terhadap kebijakan suku bunga bank sentral global
RRI.CO.ID, Jakarta – Harga minyak dunia kembali naik menyusul perang pernyataan antara Presiden AS, Donald Trump dan Iran. Harga minyak sempat turun ketikan Trump menyatakan akan menunda serangan ke fasilitas energi Iran.
Trump juga klaim telah melakukan pembicaraan yang produktif dengan Iran. Namun pernyataan tersebut dibantah oleh Iran dan memicu kembali kenaikan harga minyak.
Berdasarkan data Trading Economics, Selasa 24 Maret 2026, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) di level USD91 per barel. Naik sekitar 2,7 persens secara harian.
| Baca juga: Lebaran yang Sunyi di Masjid Al-Aqsa |
Sedangkan harga minyak Brent berada di level USD102 per barel , naik 2,5 persen secara harian. Analis Pasar Uang dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi memperkirakan kenaikan harga minyak masih akan berlanjut di pekan ini.
“Saya melihat crude oil kemungkinan akan ditransaksikan di level support USD93 per barel minggu depan. Sedangkan level resitansinya, kemungkinan akan tembus USD107 per barel,” kata Ibrahim, dikutip pada Selasa, 24 Maret 2026.
Yang menarik, lanjutnya, harga minya Brent kemungkinan ditransaksikan antara USD110 – USD116 per barel. Harga minyak Brent menjadi acuan harga minyal internasional, pnguatan harganyanya cukup tajam.
“Karena Iran salah satu penghasil Brent crude oil untuk bahan bakar avtur. Kenaikan harganya akan berdampak pada kenaikan harga bahan bakar penerbangan sehingga berpotensi memicu inflasi," ujarnya.
Ibrahim juga menyatakan kemungkinan kenaikan harga minyak yang permanen. Mengingat kerusakan di sejumlah ladang minyak di kawasan Teluk akibat perang AS-Israel dengan Iran.
Kenaikan harga minyak yang terus menerus tambah Ibrahim, menimbulkan kekhawatiran pasar akan kenaikan suku bunga. Sehingga mata uang dolar AS semakin menguat, dan kemungkinan harga emas akan menurun.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....