Menperin: Industri Kerajinan Jadi Duta Budaya di Pasar Global

  • 14 Mar 2026 11:48 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan industri kerajinan memiliki peran penting dalam memperkuat struktur ekonomi nasional. Ia menegaskan sektor tersebut menjadi duta budaya Indonesia yang sangat strategis pada pasar global saat ini.

Agus menyatakan industri kerajinan tidak hanya berfungsi sebagai penopang ekonomi bagi masyarakat luas. Ia menilai produk kriya lokal mampu menunjukkan identitas warisan budaya bangsa di hadapan para pembeli internasional.

“Industri kerajinan tidak hanya menjadi penopang ekonomi masyarakat. Selain itu, industri ini juga berfungsi sebagai duta budaya Indonesia di pasar global,” ujar Agus di Jakarta, Rabu, 11 Maret 2026.

Agus mengatakan partisipasi pada ajang internasional memberikan peluang besar bagi promosi produk unggulan industri kecil menengah (IKM). Ia menyebut keterlibatan pengusaha kriya bertujuan untuk meningkatkan peluang transaksi ekspor secara langsung maupun berkelanjutan.

Baca juga:

“Melalui partisipasi ini, IKM kriya Indonesia memperoleh kesempatan untuk mempromosikan produk unggulan dan menjajaki potensi kerja sama dagang. Selain itu, partisipasi ini juga meningkatkan peluang transaksi ekspor secara langsung dan berkelanjutan,” kata Agus.

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian Reni Yanita mengatakan nilai ekspor kerajinan tahun 2025 mencapai angka USD806,63 juta. Capaian tersebut tercatat mengalami pertumbuhan sebesar 15,46 persen jika dibandingkan dengan realisasi pada periode tahun sebelumnya.

Reni menyatakan tren positif pada kinerja ekspor kerajinan nasional harus tetap terjaga dan terus ditingkatkan. Ia mendorong agar pelaku industri kecil semakin terintegrasi dalam rantai pasok dunia melalui penguatan kualitas produk.

“Kinerja ekspor kerajinan yang terus menunjukkan tren positif harus kita jaga dan harus bisa lebih ditingkatkan. Oleh karenanya, pemerintah mendorong IKM agar semakin terintegrasi dalam rantai pasok global melalui penguatan kualitas produk, inovasi desain, dan perluasan akses pasar,” ujar Reni.

Baca juga:

Reni mengatakan produk kriya Indonesia berhasil menarik perhatian pembeli potensial asal Amerika Serikat dan Jepang. Ia merasa yakin terhadap daya saing produk nasional untuk melakukan ekspansi pasar menuju kancah internasional.

“Produk kriya Indonesia berhasil menarik perhatian sejumlah buyer potensial, termasuk dari Amerika Serikat dan Jepang. Hal ini semakin memperkuat keyakinan terhadap daya saing serta peluang ekspansi produk IKM nasional di pasar global,” kata Reni.

Kepala Balai Pemberdayaan Industri Fesyen dan Kriya (BPIFK) Dickie Sulistya Aprilyanto mengatakan partisipasi ini memperkuat ekosistem industri melalui implementasi konsep tiga C. Ia berkomitmen untuk terus mendorong industri binaan agar mampu bersaing dan berorientasi pada pasar ekspor dunia.

“Partisipasi ini memperkuat ekosistem industri BPIFK melalui konsep 3C, khususnya pada aspek Connect, yaitu memperluas akses pasar ekspor dan jejaring kemitraan internasional. Kami berkomitmen untuk terus mendorong IKM binaan agar mampu naik kelas, berorientasi ekspor, dan berdaya saing di pasar dunia,” ujar Dickie.

Tiga pelaku usaha terpilih yakni Manamu dan Kampoeng Anyaman serta Koto Batu mengikuti pameran Home InStyle. Ketiga pengusaha tersebut telah melewati proses kurasi ketat guna menampilkan keunikan produk pada pasar Hong Kong.

Pameran gaya hidup tersebut diprediksi akan menarik kehadiran sekitar 100.000 pembeli global dari berbagai wilayah negara. Fasilitas stan pameran berlokasi pada area strategis untuk mengoptimalkan daya tarik visual bagi para pengunjung internasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....