Kemenperin Pastikan Sektor Industri Siap Penuhi Kebutuhan Ramadan

  • 26 Feb 2026 10:45 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Inspektur Jenderal Kementerian Perindustrian (Kemenperin) M. Rum memastikan sektor industri nasional siap memenuhi lonjakan permintaan masyarakat selama bulan suci. Peningkatan kebutuhan pangan dan tekstil menjadi faktor kunci dalam menjaga stabilitas ekonomi dalam negeri saat ini.

Pemerintah memprediksi perputaran usaha mikro akan memberikan dampak positif bagi kinerja manufaktur secara keseluruhan tahun ini. Tren solid industri pengolahan diharapkan mampu memperkuat struktur perekonomian nasional menjelang hari raya nanti.

“Ramadan selalu menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi, sekaligus menguatkan ekonomi masyarakat. Peningkatan kebutuhan selama bulan suci ini diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi kinerja sektor industri nasional,” ujar Rum di Jakarta, Rabu, 25 Februari 2026.

Pertumbuhan industri pengolahan pada tahun lalu tercatat mencapai angka 5,30 persen secara nasional. Capaian tersebut berhasil melampaui angka pertumbuhan ekonomi umum yang berada pada level 5,11 persen.

Sektor manufaktur kini kembali menjadi motor penggerak utama bagi kemajuan ekonomi rakyat Indonesia sejak tahun lalu. Kontribusi industri pengolahan terhadap produk domestik bruto bahkan telah menembus angka 19,07 persen.

“Dengan meningkatnya permintaan kebutuhan rumah tangga pada periode Ramadhan dan menjelang Idul Fitri ini, saya dapat mengatakan Ramadhan selalu membawa berkah tersendiri. Ramadhan selalu membawa berkah tersendiri bagi industri nasional,” kata Rum.

Industri makanan dan minuman mencatatkan pertumbuhan tinggi sebesar 6,38 persen secara konsisten. Sektor ini mendominasi kontribusi industri pengolahan nonmigas dengan persentase mencapai 41,26 persen.

Sementara itu sektor tekstil dan pakaian jadi juga mengalami kenaikan positif sebesar 3,55 persen. Data tersebut membuktikan bahwa produsen lokal memiliki kapasitas yang sangat memadai untuk melayani pasar domestik.

“Bazar Ramadan bukan sekadar kegiatan rutin, tetapi merupakan bagian dari upaya kolektif untuk memperkuat penggunaan produk dalam negeri. Upaya tersebut bertujuan agar industri nasional dapat terus tumbuh dan berdaya saing,” ucap Rum.

Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Perindustrian menyelenggarakan bazar khusus untuk memfasilitasi kebutuhan para pegawai serta masyarakat sekitar. Kegiatan ekonomi ini menghadirkan 69 gerai yang menjual berbagai macam produk unggulan lokal.

Panitia pelaksana melibatkan 32 sponsor besar untuk menyukseskan acara yang berlangsung selama tiga hari tersebut. Produk yang tersedia meliputi bidang busana hingga peralatan rumah tangga dengan kualitas terbaik dan harga terjangkau.

“Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi seluruh peserta dan pengunjung. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya bersama dalam menjaga keberlanjutan industri dalam negeri melalui peningkatan konsumsi produk nasional,” ujar Perwakilan Ketua DWP Kemenperin Lusi Taufiek Bawazier.

Bazar ini diselenggarakan di Plasa Industri Gedung Kemenperin sebagai ruang interaksi ekonomi yang sangat strategis bagi warga. Program ini mengusung semangat untuk menjaga keberlangsungan industri manufaktur melalui peningkatan konsumsi belanja produk dalam negeri.

Pemerintah memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh perusahaan yang telah memberikan dukungan nyata pada penyelenggaraan acara tahunan ini. Kolaborasi antara sektor publik dan swasta menjadi kunci utama dalam menjaga ketersediaan pasokan barang ke masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....