Menkeu Purbaya Tak Khawatir Penilaian Lembaga Rating

  • 07 Mar 2026 14:30 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO. ID, Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengisyaratkan dirinya tidak terlalu khawatir dengan penilaian sejumlah lembaga ratings internasional. Ia beralasan, kondisi perekonomian Indonesia cukup baik dan berpotensi tetap tumbuh tinggi tahun ini.

“Enggak tahu lihatnya darimana, kalau kita lihat rasio utang kita terhadap PDB aman. Defisit terhadap PDB aman, pertumbuhan ekonomi kita bahkan paling tinggi di antara G20,” kata Menku Purbaya dalam media briefing di Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat, 6 Maret 2026.

Dia membandingkan dengan pertumbuhan ekonomi negara-negara ASEAN. Seperti Thailand, Malaysia dan Vietnam yang pertumbuhan ekonominya di bawah 5 persen.

“Tapi kenapa Indonesia? mungkin masih pemerintahan baru, dan Menteri Keuangan nya juga baru. Mereka sanksi jangan-jangan Menteri Keuangannya enggak bisa ngitung,” ucapnya.

Menurutnya, penilaian itu muncul kemungkinan karena dirinya belum ke luar negeri selama menjabat sebagai Menteri Keuangan. Tadinya ia berpikir tidak akan ke luar negeri dulu sebelum perekonomian Indonesia tumbuh 6 persen.

“Tapi sekarang musti berubah, sepertinya saya musti marketing juga keadaan kita seperti apa. Jadi April nanti saya akan keluar negeri untuk memastikan bahwa aMenteri Keuangan kita ngertilah apa yang dikerjakan,” ujarnya.

Ia mengatakan, tugas pemerintah sekarang adalah membuktikan perekonomian Indonesia akan tumbuh lebih baik tahun ini. Dari perhitungannya, di triwulan I 2026 perekonomian Indonesia bisa tumbuh 5,5 sampai 6 persen.

Pemerintah, lanjut dia, akan mengerahkan semua mesin pertumbuhan, sehingga keraguan lembaga pemeringkat internasional bisa terbantahkan. “Kita akan pastikan pertumbuhan ekonomi kita berkesinambungan dan tidak membahayakan fiskal,” ujarnya.

“Itu akan membuat mereka terpaksa mengubah asesmennya. Jadi tidak usah takut kalau mereka memberikan outlook negatif,” ucapnya, optimis.

Baru-baru ini, lembaga S&P Global Ratings merilis hasil penilainnya untuk Indonesia. Lembaga itu mempertahankan sovereign credit rating Indonesia pada level BBB (investment grade) dengan outlook stabil.

Sementara itu, Fitch Ratings memberikan afirmasi terhadap peringkat Sovereign Credit Indonesia di level BBB. Namun Fitch mengubah outlook Indonesia dari stabil menjadi negatif.

Rekomendasi Berita