Tiga Pilihan Wisata Menarik di Rammang-Rammang

  • 04 Jun 2025 01:03 WIB
  •  Makassar

KBRN, Makassar : Desa Wisata Rammang-Rammang di Kabupaten Maros semakin memikat wisatawan dengan tiga konsep wisata unggulan. Ketiganya menawarkan keunikan alam, budaya, dan edukasi yang menyatu dengan kearifan lokal.

Ketua Pokdarwis Hutan Batu, Irwanzah A.md.Kep, saat berbincang di Pro 1 RRI Makassar, Minggu (1/6/2025) menjelaskan bahwa pengunjung dapat memilih wisata sesuai minat mereka. “Ada wisata alam di Kampung Berua, wisata edukasi di Kampung Laku, dan wisata budaya di Kampung Massaloeng,” jelasnya

Wisata alam di Kampung Berua mengajak pengunjung menyusuri sungai menggunakan perahu panjang, masuk ke kampung yang dikelilingi tebing karst. Di sana, wisatawan bisa tracking sejauh dua kilometer menyambangi situs gua sejarah seperti Gua Berlian dan Situs Pasau.

“Di gua itu kita bisa lihat stalaktit, dan peninggalan arkeologis berupa alat serpih dari zaman prasejarah,” ungkap Irwanzah. Ia menambahkan bahwa pengalaman ini membawa pengunjung lebih dekat dengan kehidupan tradisional masyarakat setempat.

Di sisi lain, Kampung Laku menawarkan wisata edukasi dengan konsep kafe di atas bukit. Pengunjung bisa menikmati pemandangan seluruh kawasan Rammang-Rammang sambil menyantap kuliner lokal seperti nasi biru dan kerupuk ikan.

Sementara itu, Kampung Massaloeng menonjolkan wisata budaya. Saat makan malam, wisatawan akan diiringi musik tradisional, serta dapat mandi di telaga alami bernama Permandian Dadari yang terkenal akan fenomena unik berupa asap dari kepala pengunjung saat berendam.

Tak hanya itu, wisatawan juga bisa menikmati sunrise di pagi hari dan menyaksikan jutaan kelelawar keluar sarang saat senja. Pengalaman malam hari dilengkapi dengan kehadiran kunang-kunang yang menghiasi sepanjang sungai.

Pokdarwis juga menyediakan tiga jenis penginapan bagi wisatawan yang ingin tinggal lebih lama. Homestay di rumah warga, cottage di dekat dermaga, serta rumah khusus untuk keluarga besar menjadi pilihan nyaman untuk menikmati keindahan selama dua hingga tiga hari.

Irwanzah mengungkapkan bahwa pengelolaan wisata berbasis warga telah berdampak besar bagi ekonomi lokal. “Dulu warga nelayan, sekarang banyak yang jadi pengantar wisatawan dengan perahu. UMKM dan homestay juga tumbuh mandiri,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa hasil retribusi pengunjung dibagikan kepada warga pemilik lahan sebagai kompensasi. “Itu jadi penghasilan tetap bulanan bagi mereka,” pungkasnya.

Dengan konsep wisata terpadu dan berbasis masyarakat, Rammang-Rammang kini menjadi salah satu destinasi unggulan di Sulawesi Selatan. Wisata ini bukan hanya mempesona, tapi juga memberdayakan.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....