Potensi Pengembangan Geowisata di Kawasan Geopark Maros Pangkep

  • 20 Apr 2025 22:05 WIB
  •  Makassar

KBRN Makassar : Pasca ditetapkannya kawasan karst Maros Pangkep sebagai Geopark Nasional pada tahun 2017, Badan Pengelola Geopark Maros Pangkep bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Pemerintah Kabupaten Maros, Pemerintah Kabupaten Pangkep, pemerintah pusat, akademisi, masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan terkait, bekerja keras untuk mewujudkan Geopark Maros Pangkep sebagai Unesco Global Geopark. Hal ini berhasil diwujudkan, setelah melewati rangkaian penilaian dari Unesco, termasuk visitasi lapangan dari Asesor Unesco pada Juli 2021 lalu, dan pada tanggal 4 September 2022 Dalam Rapat Dewan Council Unesco Global, Geopark (UGG) yang digelar di Thailand, Geopark Maros Pangkep resmi ditetapkan sebagai Unesco Global Geopark.

Salah satu potensi destinasi pariwisata di Kabupaten Maros adalah pegunungan karst yang telah ditetapkan oleh UNESCO sebagai Global Geopark pada tahun 2022, yaitu Kawasan Geopark Nasional Maros-Pangkep (GNMP). Pengelolaannya berpusat pada tiga hal utama, yakni lingkungan, budaya, dan sosial.

Karst (gugusan pegunungan kapur) Maros-Pangkep termasuk salah satu karst kelas dunia yang memiliki keindahan, keunikan, flora dan fauna, nilai-nilai ilmiah dan sosial budaya yang tinggi. Geopark Maros merupakan kawasan karst terbesar ke-2 setelah China Selatan. Karst Maros-Pangkep memiliki ratusan gua yang pernah ditinggali oleh manusia prasejarah.

Dott Erwin Mansur Ugu Saraka dosen program studi pariwisata universitas hasanuddin, dalam program mozaik budaya pro 4 rri makassar 19 April 2025 mengatakan keunikan kawasan global geopark maros pangkep, tergambar melalui peninggalan lukisan prasejarah tertua di dunia berusia 45.000 tahun, temuan rangka manusia prasejarah tertua di Sulawesi yang diberi nama Besse. Di dalamnya juga menjadi tempat hidup jutaan spesies kupu-kupu sehingga mendapat julukan oleh ilmuan dunia terkenal, Alfred Russel Wallacea “Kingdom of Butterfly” Sebagai Geopark, Kemudian terdapat berbagai destinasi pariwisata berbasis alam dan budaya yang harus dilestarikan dan dikelolah secara berkelanjutan, mulai dari geosite, biological site, dan cultural site.

Geosite seperti pegunungan batu karst, tower karst Rammang Rammang, dan gua-gua karst. Biological site seperti Hutan Keilmuan Bengo-Makaroewa, Karaenta Primary Forest, Taman Kehati, Taman Argo Botanik Puncak. Sedangkan cultural siteseperti Kawasan Taman Prasejarah Leang-leang, situs Leang Panningnge, situs Leang Jarie, dan lain-lain.

"Potensi pariwisata Kabupaten Maros dan pangkep telah terbukti dapat meningkatkan pendapatan masyarakat dan perekonomian daerah, dengan meningkatnya pengunjung setiap tahun, terutama pada destinasi wisata Utama. Masih banyak potensi destinasi pariwisata yang lain di Kabupaten Maros dan pangkep , yang membutuhkan pengelolaan dan pengembangan, termasuk aspek pemasaran melalui promosi pada berbagai media yang masih kurang dilaksanakan" kata Dott Erwin Mansur Ugu Saraka.

Dott erwin menyebutkan masih kurangnya kunjungan wisatawan dan ini disebabkan oleh karena kurangnya eksplorasi dan hanya terfokus kunjungan para peneliti juga minimnya usaha kegiatan pemasaran dan promosi wisata Kabupaten Maros dan pangkep, baik melalui media cetak dan media elektronik yang disebarkan ke daerah-daerah atau negara-negara yang dapat memberi informasi kepada calon wisatawan, baik wisatawan dalam negeri maupun wisatawan mancanegara. Promosi dalam industri pariwisata merupakan salah satu faktor yang sangat penting, sehingga kunjungan wisatawan ke satu daerah tujuan wisata memerlukan strategi promosi atau komunikasi pemasaran yang tepat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....