UMKM Maros Naik Kelas Lewat InJourney Airports
- 09 Feb 2026 12:40 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Maros - Komitmen mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar mampu naik kelas terus diperkuat PT Angkasa Pura Indonesia melalui InJourney Airports. Kali ini, dukungan tersebut diwujudkan melalui kegiatan Seminar dan Talkshow bertajuk “InJourney Airports UMKM Naik Kelas” yang diikuti sekitar 100 pelaku UMKM Kabupaten Maros, Senin, 9 Februari 2026, di Ruang Pola Kantor Bupati Maros.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) InJourney Airports, sekaligus bentuk sinergi antara BUMN dengan Pemerintah Kabupaten Maros melalui Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT). Seminar ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas pelaku UMKM melalui pembekalan pengetahuan bisnis, penguatan manajemen usaha, hingga pemanfaatan teknologi digital dan akses permodalan.
Bupati Maros, Andi Syafril Chaidir Syam, mengapresiasi dukungan InJourney Airports yang dinilainya sangat strategis bagi pengembangan UMKM lokal. Menurutnya, keberadaan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin di Kabupaten Maros menjadi peluang besar yang harus dimanfaatkan oleh pelaku UMKM untuk memperluas pasar.
“Ini adalah bentuk support yang luar biasa dari Angkasa Pura kepada kami dalam mendukung UMKM di Kabupaten Maros. Melalui seminar dan pameran produk hari ini, insya Allah UMKM kita bisa naik kelas, apalagi didukung posisi strategis Bandara Sultan Hasanuddin yang berada di Maros,” ujar Chaidir Syam.
Ia menyebutkan, saat ini jumlah UMKM di Kabupaten Maros mencapai sekitar 30 ribu unit usaha. Pemerintah daerah terus mendorong pelaku UMKM agar berkembang dan berdaya saing melalui berbagai program pendampingan dan kolaborasi lintas sektor. “Seminar seperti ini sangat dibutuhkan untuk membuka wawasan UMKM agar tetap mampu bersaing dan berkembang,” tambahnya.
Sementara itu, General Manager Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Minggus Gandeguai, menjelaskan bahwa dukungan terhadap UMKM berangkat dari pengalaman masa pandemi COVID-19, di mana sektor UMKM terbukti mampu bertahan dan menopang perekonomian daerah.
“Belajar dari kondisi COVID, UMKM ini tetap hidup dan bertahan dalam menunjang ekonomi. Karena itu kami ingin bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Maros untuk menyiapkan UMKM yang nantinya bisa mendukung operasional bandara, mengingat bandara ini berada di wilayah Maros,” jelas Minggus.
Ia berharap keberadaan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin tidak hanya berdampak pada sektor transportasi udara, tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya pelaku UMKM di sekitar bandara. Minggus juga mendorong UMKM untuk memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana pemasaran agar produk lokal mampu menjangkau pasar yang lebih luas.
Dalam seminar tersebut, peserta tidak hanya mendapatkan materi bisnis, tetapi juga layanan konsultasi usaha, pembuatan desain usaha gratis, serta kesempatan mengikuti pameran produk UMKM. Sejumlah narasumber turut dihadirkan, di antaranya Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (KOPURINDAG) Kabupaten Maros, konsultan SDM PLUT, Penanggung Jawab PLUT UMKM, serta perwakilan perbankan dari BRI Maros yang membahas akses pembiayaan.
Dampak positif kegiatan ini juga dirasakan langsung oleh pelaku UMKM. Rauf, salah satu pelaku UMKM kerajinan tas asal Maros, mengaku usahanya semakin berkembang berkat berbagai kegiatan pendampingan dan promosi UMKM. “Produk saya seperti tas ransel dan tas anyaman ini sudah saya produksi sejak 2012 dan sudah tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Dengan adanya kegiatan seperti ini, usaha saya semakin diminati dan peluang untuk berkembang semakin besar,” ungkapnya.
Ia berharap dukungan pemerintah dan stakeholder terkait dapat terus berlanjut agar UMKM semakin kuat dan berkelanjutan. Melalui Seminar dan Talkshow InJourney Airports UMKM Naik Kelas, diharapkan pelaku UMKM Kabupaten Maros tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga berkembang secara profesional, memiliki daya saing tinggi, serta menjadi bagian penting dalam menggerakkan ekonomi daerah di sekitar Bandara Internasional Sultan Hasanuddin.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....