OJK Sulselbar: 904 Ribu Pelaku UMKM di Sulsel Nikmati Kredit Perbankan

  • 03 Jul 2026 20:27 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat sebanyak 904.541 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Sulawesi Selatan telah memperoleh akses pembiayaan dari sektor perbankan hingga posisi April 2026. Capaian tersebut menunjukkan komitmen industri jasa keuangan dalam mendukung penguatan sektor usaha yang menjadi tulang punggung perekonomian daerah.

Berdasarkan data OJK, total penyaluran kredit kepada sektor UMKM di Sulawesi Selatan mencapai Rp61,66 triliun atau setara 36,05 persen dari total kredit perbankan. Meski pertumbuhan kredit UMKM secara tahunan (year on year) tercatat sebesar 0,31 persen, sektor ini tetap menjadi prioritas pembiayaan karena memiliki peran strategis dalam mendorong aktivitas ekonomi masyarakat.

Kredit UMKM tersebut masih didominasi oleh pelaku usaha mikro yang menyerap 56,75 persen dari total pembiayaan. Sementara itu, usaha kecil memperoleh porsi 28,64 persen dan usaha menengah sebesar 14,62 persen.

Kepala OJK Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, Moch. Muchlasin, mengatakan besarnya jumlah debitur UMKM menunjukkan akses pembiayaan perbankan semakin menjangkau pelaku usaha di berbagai sektor. Menurutnya, OJK akan terus mendorong perbankan untuk memperkuat pembiayaan produktif agar UMKM dapat berkembang dan meningkatkan daya saing.

"Sebanyak 904.541 debitur UMKM telah memperoleh akses kredit perbankan hingga April 2026. OJK akan terus mendorong sektor jasa keuangan agar pembiayaan kepada UMKM tetap terjaga karena sektor ini memiliki peran penting sebagai penggerak ekonomi daerah, penyerap tenaga kerja, dan penopang aktivitas usaha masyarakat,"ujar Muchlasin, Kamis, 2 Juli 2026.

Muchlasin menilai dominasi pembiayaan pada segmen usaha mikro mencerminkan masih tingginya kebutuhan akses permodalan bagi pelaku usaha berskala kecil. Kondisi tersebut sekaligus menjadi peluang bagi industri perbankan untuk memperluas inklusi keuangan melalui pembiayaan yang lebih mudah diakses dan disertai pendampingan usaha.

Penguatan ekosistem pembiayaan juga dinilai penting agar pelaku UMKM tidak hanya memperoleh modal usaha, tetapi juga mampu meningkatkan kapasitas bisnis, memperluas pasar, serta naik kelas menjadi usaha yang lebih produktif dan berdaya saing. Ke depan, pihaknya bersama industri jasa keuangan akan terus memperkuat sinergi dalam memperluas akses pembiayaan bagi UMKM. Langkah tersebut diharapkan mampu menjaga keberlanjutan pertumbuhan sektor riil sekaligus memperkuat kontribusi UMKM terhadap perekonomian Sulawesi Selatan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....