Kesedihan dan Kebahagiaan dalam Kehidupan untuk Menguji Iman

  • 07 Okt 2026 09:33 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar – Kehidupan manusia pada hakikatnya selalu berputar di antara dua kondisi utama, yaitu momen kebahagiaan dan masa-masa kesedihan. Akademisi dan Muballigh Prof. Rahmi Damis dalam Program Mutiara Pagi Pro 1 RRI Makassar, mengutip ayat Al-Qur'an, diperingatkan bahwa Allah SWT mempergantikan hari-hari kemenangan dan kekalahan di antara manusia untuk menguji kualitas iman mereka.

Dalam pemaparannya, Ustazah Rahmi menjelaskan bahwa kebahagiaan maupun kesedihan merupakan bentuk ujian yang kedudukannya sama di hadapan Allah SWT. Dikatakan, orang beriman yang sejati tidak akan larut dalam kesedihan yang berlebihan saat ditimpa musibah.

Hal ini karena ia meyakini ada kasih sayang dan hikmah besar di balik kejadian tersebut. Banyak orang sering kali baru mendekatkan diri kepada Tuhan saat tertimpa cobaan, padahal kebahagiaan pun sejatinya adalah ujian untuk melihat apakah seseorang tetap mengingat-Nya.

“Di saat ditimpa musibah, maka sama saja pada saat juga ditimpa kebahagiaan, karena dua hal ini dalam kehidupan kita adalah ujian bagi kita. Apakah di saat kita mendapatkan anugerah yang kita inginkan itu kita mengingat Allah SWT, begitupun sebaliknya di saat kita mendapatkan sesuatu yang tidak sesuai dengan harapan kita," ujar Ustazah saat memberikan tausiyahnya. Selasa, 6 Oktober 2026.

Dijelaskan terkait keteladanan para sahabat Nabi Muhammad SAW yang justru merasa khawatir dan menangis jika tidak menerima ujian dalam kurun waktu tertentu. Menurut cerita tersebut, para sahabat khawatir jika ketiadaan ujian menjadi tanda bahwa Allah SWT telah berpaling dari mereka. Hal ini menunjukkan bahwa sudut pandang orang-orang saleh terhadap cobaan sangatlah berbeda dengan manusia pada umumnya.

Lebih lanjut, Ustazah mengingatkan pesan dalam Surah At-Taubah ayat 40 “La tahzan innallaha ma'ana” agar umat Muslim tidak perlu berkecil hati saat menghadapi masalah kehidupan. Ketenangan atau sakinah akan diturunkan oleh Allah SWT kepada hamba-Nya yang yakin bahwa Tuhan selalu membersamai mereka di setiap langkah.

“Sakinah itu adalah ketenangan, ya, kemampuan kita untuk menghadapi kehidupan ini. Karena ya kita tahu bahwasanya ya hidup ini adalah perjuangan,” jelas Ustazah Rahmi.

Sikap sabar dan ikhlas inilah yang menjadi kunci utama agar seseorang bisa selamat di dunia maupun akhirat. Ujian kehidupan dapat hadir dalam berbagai bentuk persoalan sehari-hari, mulai dari masalah sosial hingga dinamika pemenuhan kebutuhan hidup.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....