Perlindungan Ilahi Bagi Orang Beriman di Hari Kiamat
- 02 Sep 2026 06:30 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar – Ketidakpastian kondisi ekonomi global serta dinamika kehidupan sosial acapkali memicu ketakutan dan kecemasan publik dalam menghadapi masa depan. Menjawab tantangan psikologis dan spiritual tersebut, program Mutiara Pagi Pro 1 RRI Makassar menghadirkan kajian mendalam terkait tafsir Surah Al-Insan ayat 11 hingga 13 bersama mubaligh Kota Makassar, Dr. H. Ilham Muchtar.
Ustaz Ilham Muhtar menjelaskan bahwa Surah Al-Insan ayat 11 memberikan gambaran eksplisit mengenai jaminan perlindungan Allah SWT bagi hamba-hamba-Nya yang senantiasa menjaga kebaikan. Ayat yang berbunyi “Fawaqāhumullāhu syarra dzālikal-yaumi wa laqqāhum naḍrataw wa surūrā” menjadi bukti konkret bahwa kesusahan hari kiamat dan penderitaan duniawi dapat dilampaui dengan ketakwaan.
“Jadi pada ayat yang sebelumnya dijelaskan bahwa mereka yang hidup sampai di hari kemudian akan mengalami suatu kejadian dan peristiwa yang luar biasa yang belum pernah terjadi sebelumnya. Tapi dengan perbuatan-perbuatan baik yang mereka lakukan waktu hidup di dunia, maka kemudian Allah melindungi mereka dan tidak mengalami ya kejadian yang sangat mengerikan dan luar biasa itu. Bahkan mendapatkan kebahagiaan, keceriaan, dan kebahagiaan.” Jelas Ustaz Ilham. Rabu, 2 September 2026.
Lebih lanjut, dikatakan terdapat tiga pilar kesabaran yang menjadi kunci utama kelolosan seorang hamba dari ujian hidup maupun siksa akhirat sebagaimana pada ayat ke-12. Ustaz Ilham menekankan bahwa kesabaran dalam konteks Islam mencakup ketabahan dalam menghadapi ujian takdir, ketaatan menjalankan perintah agama, serta keteguhan dalam memfilter diri dari perbuatan maksiat.
“Dalam agama kita, sabar itu ada tiga aspek utama. Pertama, sabar dalam menghadapi cobaan dengan sikap ridha. Kedua, sabar dalam menghadapi perintah bagaimanapun beratnya. Ketiga, sabar dalam menghindari larangan-larangan Allah SWT karena maksiat terjadi akibat seseorang tidak mampu menahan hawa nafsunya,” jelas Ustaz Ilham.
Menanggapi kekhawatiran masyarakat terkait himpitan ekonomi dan tren kecemasan masa depan (future anxiety), Ustaz Ilham menganalogikan daya juang manusia dengan ketawakalan seekor burung yang terus berikhtiar tanpa henti. Beliau mengutip hadits Nabi SAW untuk mengingatkan agar umat Islam tidak terjerumus ke dalam keputusasaan yang mengikis keimanan.
“Sekiranya kamu bertawakal kepada Allah sebagaimana seekor burung bertawakal, maka kamu akan diberi rezeki sebagaimana burung yang keluar pagi hari dalam keadaan perut kosong dan kembali sore hari dalam keadaan kenyang. Burung tidak paham manajemen, tetapi ia terbang berusaha dan tidak diam di sangkarnya; maka manusia yang dibekali akal seharusnya tidak boleh putus asa dari rahmat Allah,” tambahnya.
Terakhir, ditegaskan bahwa indikator utama tingkat kesabaran seseorang tercermin dari ketenangan jiwanya dalam menjalani kenyataan hidup. Uztas Ilham berpesan agar masyarakat senantiasa menjaga konsistensi (istiqamah) ibadah harian seperti shalat dan interaksi dengan Al-Qur'an sebagai benteng spiritual utama.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....