Kriminolog: Geng Motor Dipicu Faktor Individu, Keluarga dan Lingkungan

  • 07 Okt 2026 09:35 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar : Kriminolog dan akademisi perlindungan perempuan dan anak, Dr. Ririn Nur Faathiranny Heri, menyebut aksi kekerasan geng motor yang melibatkan anak dan remaja dipengaruhi berbagai faktor. Faktor tersebut meliputi kondisi individu, keluarga, teman sebaya, lingkungan sosial hingga ruang digital.

Demikian disampaikannya dalam perbincangan bersama RRI lewat Dialog Interaktif Makassar Menyapa Pagi, Selasa, 6 Oktober 2026 Ririn mengatakan perilaku kelompok geng motor tidak lagi tepat dipandang sebagai kenakalan remaja biasa.

Menurutnya, aksi yang melibatkan senjata dan kekerasan hingga menyebabkan korban luka berat atau meninggal dunia sudah masuk kategori kekerasan serius. "Kalau dalam perspektif hukum pidana dan kriminologi anak atau kriminologi remaja, ini kita tidak bisa melihat dari satu faktor, tetapi kita harus melihat dari multifaktor," kata Ririn.

Host : Arty Alfiart (Sunarti Tasik Malillin) bersama Narasumber Kriminolog dan akademisi perlindungan perempuan dan anak, Dr. Ririn Nur Faathiranny Heri dalam perbincangan bersama RRI lewat Dialog Interaktif Makassar Menyapa Pagi, Selasa, 6 Oktober 2026

Ia menjelaskan, dari sisi individu terdapat sejumlah faktor yang dapat memengaruhi perilaku anak. Di antaranya pengendalian emosi, impulsivitas, pencarian sensasi, serta kemampuan menyelesaikan konflik yang belum berkembang dengan baik.

Faktor keluarga juga dinilai berpengaruh terhadap keterlibatan anak dalam kelompok kekerasan. Ririn menyebut komunikasi keluarga yang longgar, lemahnya pengawasan, kekerasan dalam keluarga, pola disiplin, hingga kurangnya kehadiran figur pengasuh dapat menjadi faktor risiko.

Selain keluarga, tekanan teman sebaya dan kebutuhan memperoleh pengakuan sosial juga dapat mendorong anak masuk dalam kelompok kekerasan. Lingkungan yang memiliki konflik antarkelompok, ruang publik yang rawan, serta rendahnya kontrol sosial turut memperbesar risiko tersebut.

Ruang digital juga menjadi perhatian karena dapat digunakan sebagai tempat pembentukan identitas kelompok dan penyebaran reputasi. Menurut Ririn, media sosial dapat menjadi ruang untuk provokasi, tantangan, perjanjian pertemuan, hingga penyebaran simbol kelompok.

"Jadi melalui media sosial ruang digital ini, pengakuan kelompok kategori yang teman sebaya dan lingkungan sosial ini bisa ter-publis dengan baik, sehingga sensasi-sensasi yang dicari oleh anak dan remaja dan kelompok-kelompok geng motor ini bisa mereka dapatkan dari ruang digital tersebut," ujar Ririn.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....