Kenali Gejala Rabies pada Manusia, Demam hingga Takut Air

  • 06 Okt 2026 11:08 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Gejala rabies pada manusia diawali demam, lemah, dan nyeri yang terasa berbeda. Dokter muda UMI menjelaskannya dalam Kiprah Sulsel RRI Pro 1 Makassar, Sabtu, 3 Oktober 2026.

Rabies menyerang sistem saraf setelah virus masuk lewat gigitan atau cakaran hewan mamalia. Karena itu, warga perlu mengenali tanda-tandanya sejak dini.

"Gejala awalnya bisa berupa demam, lemah, dan kadang nyeri. Nyerinya beda, misalnya kalau kita digigit di tangan, ada sesuatu yang dirasakan berbeda dari biasanya," ujar Annisa Nurul Islami, dokter muda stase MPPD IKM-IKK-IKP Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia (UMI), sebagaimana dikutip dari dialognya.

Keluhan berikutnya adalah sulit menelan. Penderita rabies juga dapat mengalami hidrofobia, yaitu takut air.

"Hidro itu air, fobia itu takut. Pasien takut air, tidak bisa menelan dan tidak bisa minum karena virus rabies sudah menginfeksi sarafnya," ungkap Annisa.

Hewan terinfeksi juga menunjukkan gejala khas. Hewan tampak tidak tenang, agresif, lemah, atau murung. Warga sebaiknya menjauhi hewan seperti itu.

Gejala pada manusia muncul setelah masa inkubasi sekitar satu hingga dua minggu. Waktunya berbeda-beda, bergantung metabolisme tubuh tiap orang.

Setelah gejala muncul, rabies sulit diobati karena virus sudah masuk ke saraf. Annisa menyebut belum ada obatnya, hanya vaksin untuk pencegahan.

"Kalau baru digigit atau terpapar hewan, masih bisa ditangani. Sebelum ada gejala, sebaiknya dibawa ke fasilitas kesehatan agar kejadian fatal bisa dihindari," tegas Annisa.

Penanganan awal meliputi mencuci luka 15 menit dengan air mengalir dan memberi disinfeksi. Setelah itu, warga segera ke fasilitas kesehatan terdekat. Langkah sederhana itu dapat mencegah infeksi virus rabies.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....