Pilah Sampah dari Rumah Dinilai Tak Perlu Ribet

  • 05 Okt 2026 20:28 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar – Memilah sampah dari rumah dinilai tidak harus dilakukan dengan cara yang rumit. Kebiasaan tersebut dapat dimulai dengan mengenali jenis sampah dan menyediakan tempat pemilahan sesuai kondisi rumah.

Owner Tumpuk Sampah, Ashhabal Yamin, mengatakan anggapan memilah sampah sebagai pekerjaan yang merepotkan umumnya muncul karena masyarakat belum terbiasa. Menurutnya, pemilahan justru dapat menjadi kebiasaan sederhana jika dilakukan secara bertahap.

Owner Tumpuk Sampah, Ashhabal Yamin dalam program Green Radio Pro 1 RRI Makassar.

“Justru ribet itu untuk orang-orang yang belum mencoba dan belum terbiasa. Ketika dilakukan, ternyata tidak serumit itu,” ujar Yamin dalam program Pro 1 RRI Makassar, Minggu (04/10/2026).

Ia menjelaskan, langkah awal yang dapat dilakukan masyarakat adalah memahami jenis-jenis sampah. Pengetahuan tersebut akan membantu menentukan tempat pemilahan sesuai karakteristik sampah.

Yamin mencontohkan sisa makanan dapat dikelompokkan sebagai sampah organik. Sementara botol air minum termasuk sampah anorganik, sedangkan tisu dan puntung rokok masuk dalam kategori residu.

Menurutnya, pemilahan perlu dilakukan sejak dari sumber agar sampah yang sudah dipisahkan tidak kembali tercampur saat proses pengangkutan. Kondisi tersebut dinilai dapat menurunkan motivasi masyarakat untuk terus memilah sampah.

“Kalau sudah dipilah dari rumah, kemudian saat diangkut ternyata dicampur juga, masyarakat akan berpikir, untuk apa saya pilah dari rumah,” ungkapnya.

Ia menyarankan masyarakat memulai pemilahan dari hal-hal sederhana dan menyesuaikannya dengan kondisi masing-masing. Bagi warga yang tinggal di rumah dengan ruang terbatas maupun di kos, tempat sampah dapat disediakan sesuai kebutuhan dan ruang yang tersedia.

Yamin juga mengingatkan pentingnya konsistensi dalam membangun kebiasaan memilah sampah. Menurutnya, kesalahan dalam proses belajar merupakan hal yang wajar selama masyarakat bersedia memperbaikinya.

“Pertama mulai riset dan mulai aksi. Kedua konsisten dan mau memperbaiki kesalahan. Ketiga, mulai terhubung dengan orang-orang yang punya prinsip yang sama,” jelasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....