Pemprov Sulsel Dorong Peningkatan Literasi dan Inklusi Keuangan
- 04 Okt 2026 14:07 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan untuk memperkuat ekonomi daerah. Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Sulsel Fatmawati Rusdi saat membuka Financial Expo (FIN Expo) Bulan Inklusi Keuangan 2026 di Atrium Mall Trans Studio Makassar, Sabtu (3/10/2026). Kegiatan berlangsung 2–4 Oktober 2026 dengan tema “Akses Keuangan Merata, Ekonomi Berdaya, Masyarakat Sejahtera”. FIN Expo melibatkan OJK, BI, LPS, FKIJK dan pemerintah daerah.
Ia mengatakan, akses keuangan yang mudah dan aman penting bagi penguatan ekonomi kerakyatan, terutama pelaku UMKM. Menurutnya, masyarakat perlu memiliki akses sekaligus memahami produk keuangan yang digunakan. Berdasarkan data OJK, inklusi keuangan Sulsel mencapai sekitar 94 persen, sedangkan literasi keuangan baru 61 persen. “Inklusi keuangan menjadi peran yang sangat vital dalam mendorong akselerasi ekonomi kerakyatan melalui penyediaan akses permodalan yang mudah dan aman,” ujar Fatmawati. Sabtu, 3 Oktober 2026.
Ia menilai kesenjangan antara inklusi dan literasi keuangan masih menjadi perhatian pemerintah. Masyarakat yang telah menggunakan layanan keuangan perlu memahami manfaat, risiko, serta legalitas produk yang ditawarkan. Karena itu, edukasi keuangan harus diperluas hingga masyarakat di pelosok daerah. “Mari kita kenali produk keuangan yang legal. Tidak ada lagi produk kita terjebak dengan produk yang ilegal,” katanya.
Fatmawati juga meminta industri jasa keuangan memperluas layanan dan menghadirkan produk yang sesuai kebutuhan masyarakat. Langkah tersebut dinilai penting untuk memperkuat pembiayaan UMKM dan mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Pemprov Sulsel mendukung berbagai program peningkatan literasi dan inklusi keuangan. “Kita berharap gap antara tingkat inklusi dan literasi keuangan masyarakat bisa makin diperkecil,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala OJK Sulselbar sekaligus Ketua FKIJK Sulselbar Moch. Muchlasin mengatakan penguatan literasi terus dilakukan melalui berbagai program. Hingga triwulan II 2026, TPAKD Sulsel telah melaksanakan 198 kegiatan literasi dengan jangkauan 2.204.391 peserta. Sasarannya meliputi pelajar, mahasiswa, ASN, perempuan, nelayan, petani, UMKM, penyandang disabilitas hingga masyarakat pedesaan. “Kegiatan literasi ini menyasar berbagai kelompok masyarakat untuk memperluas pemahaman keuangan,” kata Muchlasin.
Selain literasi, akses pembiayaan masyarakat juga terus diperluas. Program Hapus Ikatan Rentenir di Sulawesi (PHINISI) telah mencapai plafon Rp1,18 triliun dengan 34.084 debitur. Sementara itu, program klasterisasi UMKM sejak 2022 hingga 2025 membentuk 1.611 klaster dengan 22.275 debitur dan plafon kredit Rp644,46 miliar. Digitalisasi keuangan juga berkembang dengan 1,5 juta merchant QRIS di Sulsel serta 2.187.810 rekening pelajar melalui program KEJAR.
FIN Expo 2026 diikuti 28 tenant jasa keuangan dan menargetkan 25 ribu pengunjung. Kegiatan tidak hanya menghadirkan produk keuangan, tetapi juga menjadi ruang edukasi, konsultasi dan interaksi masyarakat dengan industri jasa keuangan. Pemerintah berharap kegiatan tersebut mendorong masyarakat semakin cerdas memilih layanan keuangan. “Mari terus memperluas jangkauan layanan hingga ke pelosok serta menghadirkan inovasi produk yang inklusif,” pungkas Fatmawati.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....